Logo Bloomberg Technoz

Dengan masuknya proyeksi nilai ekspor dan pembelian bahan baku dalam investasi oleh pihak Apple, seakan-akan melambungkan nilai investasi lebih tinggi hingga US$1 miliar.

“Jika nilai investasi Apple sebesar USD1 miliar itu benar-benar untuk capex, seperti pembelian tanah, bangunan, dan mesin/teknologi, tentu lebih baik lagi," tutur Febri.

"Bayangkan, jumlah tenaga kerja yang bisa terserap dengan angka investasi US$1 miliar, tentu akan sangat besar sekali."

Pernyataan ini juga sebelumnya telah disampaikan tim Kemenperin dalam proses negosiasi bersama pihak Apple yang dilakukan pada 7 Januari lalu. 

"Tim negosiasi Kemenperin dengan tegas menyatakan bahwa dua variabel tersebut bukan merupakan bagian dari capex," ujar dia.

Pihak Apple sebelumnya memastikan hanya akan investasi US$1 miliar untuk membangun pabrik AirTags di Batam, yang telah mendapat lampu hijau dari Kementerian Investasi/BKPM.

Nantinya, pabrik  yang disebut mulai beroperasi 2026 tersebut juga diklaim dapat memasok sekitar 60% kebutuhan AirTag global dan mampu menyerap 2.000 tenaga kerja.

(ibn/spt)

No more pages