“Ini tentu menjadi gestur yang sangat penting bagi kedua negara untuk membangun kembali hubungan. Kedua negara ingin membangun hubungan yang konstruktif ke depan,” tutur Wu Xinbo, Direktur Pusat Studi Amerika di Universitas Fudan, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Perkembangan hubungan AS-China yang positif pada awal pemerintahan Trump memunculkan asa bahwa tensi kedua negara tidak akan tinggi. Akibatnya, investor pun bergairah dan siap memburu aset-aset berisiko, termasuk di negara berkembang.
Ini membuat emas, yang berstatus sebagai aset aman (safe haven), menjadi kurang diminati. Hasilnya, harga emas pun melemah.
Analisis Teknikal
Bagaimana dengan prediksi harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang mesti dicermati pelaku pasar?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih mantap di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 57,43. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Sementara indikator Stochastic RSI ada di 62,31. Menghuni area beli (long) yang bahkan lumayan kuat.
Akan tetapi, sepertinya investor tetap harus waspada karena koreksi harga emas belum mencapai dasarnya. Cermati pivot point di US$ 2.697/troy ons. Dari sini, target support terdekat adalah Moving Average (MA) 10 di US$ 2.686/troy ons.
Jika tertembus, maka target selanjutnya adalah MA-20 di US$ 2.658/troy ons.
Sedangkan target resisten terdekat adalah US$ 2.702/troy ons. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga emas ke arah US$ 2.714/troy ons.
(aji)































