Logo Bloomberg Technoz

Tagih Investasi EBT, RI Kembali Tolak Ekspor Listrik ke Singapura

Rezha Hadyan
09 May 2023 19:30

Ilustrasi Pemandangan di Singapura (Sumber: Lionel Ng/Bloomberg)
Ilustrasi Pemandangan di Singapura (Sumber: Lionel Ng/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pemerintah Indonesia kembali menegaskan penolakan atas permintaan impor listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) dari Singapura, kecuali negara tetangga tersebut mengucurkan investasi untuk proyek energi bersihnya di Tanah Air.

“Singapura minta supaya kita ekspor listrik clean energy ke sanna. Kita enggak mau. Saya bilang enggak mau. Mau kalau proyeknya di kita, jadi kita jual. Jadi jangan mereka yang mengatur,” tegas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan seusai acara Reuni 45 Tahun Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) Angkatan 1978 di The Westin Hotel, Jakarta Selatan ( 9/5/2023).

Dalam kaitan itu, Pemerintah Indonesia ingin agar Singapura merealisasikan investasi ekosistem panel surya, yang nilainya ditaksir menembus US$50 miliar. Indonesia memiliki bahan baku pasir silika untuk mendukung industri panel surya tersebut.

“Singapura pikir kita bodoh saja. Dia tenderkan ke perusahaan-perusahaan kita. [...] Jadi sekarang, sektor industrinya [panel surya] harus kita buat di Indonesia. Policy sektor industri ini tidak bisa bersaing dengan China karena China itu kompetitif.  Hanya bisa bersaing kalau ambilnya dari offtaker,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan. (Al Drago/Bloomberg)

Pada Maret,  Bloomberg melaporkan Singapura mengambil langkah lanjutan untuk mengimpor sumber energi terbarukan dengan menandatangani perjanjian dengan Indonesia dan Kamboja. Indonesia dan Singapura sepakat untuk bersama-sama mengembangkan energi terbarukan yang dapat membantu memasok negara kota tersebut.