Selanjutnya, sektor pertambangan dan lainnya tercatat sebesar US$3,84 miliar, besaran ini juga dilaporkan turun 3,19% jika dibandingkan bulan sebelumnya sebesar US$3,97 miliar.
Sementara itu, kinerja ekspor dari industri pengolahan tercatat sebesar US$3,84 miliar, angka ini juga turun tipis 0,92% dibandingkan bulan sebelumnya sebesar US$18,44 miliar.
“Seluruh sektor mengalami penurunan secara bulanan, penurunan nilai ekspor non migas terutama pada sektor industri pengolahan yang turun 0,92% dengan andil -0,07% penurunan ini terutama pada komoditas minyak kelapa sawit, kendaran bermotor roda 4 atau lebih, bungkil residu, bubur kertas,” tegasnya.
Secara tahunan ekspor November 2024 naik 9,14% (year-on-year/yoy). Amalia menyatakan peningkatan ekspor secara tahunan dipengaruhi peningkatan ekspor non-migas, utamanya pada komoditas nikel dan daripadanya, mesin dan perlatan mekanis, serta mesin dan perlengkapan elekterik serta bagiannya.
(azr/lav)




























