Logo Bloomberg Technoz

"Fed fund rate (FFR) masih pada level 5,5%. Tadinya market berharap ada penurunan bahkan 6 kali pemotongan. Namun nampaknya harapan itu harus direvisi dengan data dan penyataan dari the Fed," tegas Sri Mulyani.

Dengan situasi ini, terlihat pergerakan yield obligasi AS atau US Treasury cenderung meningkat, kini di 4,6. "Kenaikan US Treasury akan meningkatkan beban utang di AS yang sudah tinggi, sehingga ini akan menjadi salah satu topik negosiasi politik antara Partai Republik dan Demokrat," katanya.

Situasi ini juga akan menimbulkan ketegangan karena kalau tidak ada kesepakatan maka akan mengancam penyelenggaraan APBN di as. situasi itu JUGA akan menimbulkan sentimen buruk di pasar keuangan.

Indeks dolar AS juga naik hingga ke level 105,7, makin tinggi di atas 100 yang artinya terus mengalami penguatan.

"Kalau dolar AS menguat, berarti mata uang lawannya seluruh dunia dalam kondisi melemah. Ini yang terjadi di berbagai negara, bahkan depresiasi cukup dalam untuk yen Jepang dalam 40 tahun terakhir," papar Sri Mulyani.

(lav)

No more pages