Logo Bloomberg Technoz

Bahwa setiap hari titik terbit dan terbenam Matahari mengalami perubahan. Seperti saat musim panas, Matahari terbit di sisi terjauh, timur laut atau mendekati arah utara mata angin. 

Kemudian Matahari pada saat yang sama tenggelam di sisi terjauh barat laut—juga mendekati arah utara mata angin.

Kebalikan, saat musim dingin fenomena Matahari terbit ada di sisi terjauh arah selatan “Timur” dan terbenam pada bagian paling jatuh selatan “Barat”.

Baca Juga: Badai Matahari Bakal Mencapai Puncaknya di 2024? Ini Prediksinya

Pergeseran yang secara kasat mata tak terlalu terlihat, sejatinya menyebabkan durasi pagi dan siang hari mengalami perubahan. Jika musim panas, dengan cenderung Matahari terbit dan tenggelam ‘mepet’ ke sisi utara maka malam hari menjadi lebih pendek. Sedangkan, pada musim dingin saat Matahari ‘mepet’ ke sisi selatan maka malam hari menjadi lebih panjang dan siang hari lebih pendek.

Efek equinox, yang menyebabkan terbit dan terbenamnya Matahari tidak benar-benar tepat dari sisi timur dan barat. (Dok: EarthSky.org)

Fenomena alam ini ikut menyebabkan jarak atau ketinggian Matahari berbeda. Saat condong di sisi utara atau musim panas maka Matahari terasa lebih tinggi saat Anda memandang langit. Sewaktu Matahari condong di sisi selatan (musim dingin) maka dia tampak lebih dekat atau rendah.

Matahari tepat terbit dari timur dan terbenam di barat terjadi hanya pada 21 Maret dan 22 September setiap tahunnya.

(wep)

No more pages