Untuk hari ini, sentimen bearish yang masih membebani pasar surat utang masih perlu diwaspadai, bisa menyeret nilai rupiah. Di pasar forward, kontrak NDF rupiah 1 bulan tadi malam ditutup melemah 0,17% ke kisaran Rp15.585/US$ di kala indeks dolar AS ditutup lebih rendah 0,1%.
Sinyal itu mencerminkan ruang gerak rupiah hari ini relatif terbatas di mana peluang penguatan masih tersisa di tengah pelemahan tipis dolar AS. Namun, sentimen kehati-hatian investor jelang rilis inflasi harga produsen AS nanti malam mungkin akan menekan rupiah.
Secara teknikal, rupiah berpotensi menguat hari ini menuju level penguatan terdekat di kisaran Rp15.550-Rp15.510/US$ yang berhasil tembus MA-50 dan MA-100.
Level resistance potensial selanjutnya menarik dicermati di Rp15.480/US$ yang menjadi level paling optimis, dan Rp15.450/US$ sebagai resistance psikologis.
Dalam jangka menengah, rupiah memiliki support di Rp15.590/US$ dan Rp15.630/US$ serta Rp15.650/US$ sebagai support terkuat.
(rui)






























