REAL COUNT PILPRES 2024

Diperbarui: 26 Feb 2024 | 13:50 WIB

KOMISI PEMILIHAN UMUM

Data Masuk: 77.13%

01. Anies - Muhaimin

24.44%

02. Prabowo - Gibran

58.84%

03. Ganjar - Mahfud

16.72%

QUICK COUNT PILPRES 2024

01. Anies - Muhaimin
25.21%
02. Prabowo - Gibran
58.06%
03. Ganjar - Mahfud
16.73%

Data Masuk: 99.9%

01. Anies - Muhaimin
25.13%
02. Prabowo - Gibran
58.51%
03. Ganjar - Mahfud
16.36%

Data Masuk: 100%

01. Anies - Muhaimin
25.06%
02. Prabowo - Gibran
59.08%
03. Ganjar - Mahfud
15.86%

Data Masuk: 100%

Disclaimer: Bloomberg Technoz bekerja sama dengan beberapa lembaga survei untuk menampilkan hasil hitung cepat atau quick count. Lembaga-lembaga tersebut sah secara hukum dan aturan berdasarkan Keputusan KPU No.1035/2023 tentang Pedoman Teknis Pendaftaran Lembaga Survei atau Jajak Pendapat dan Penghitungan Cepat Hasil Pemilu Tahun 2024. Namun, Bloomberg Technoz maupun Bloomberg Media tidak bertanggung jawab atas validasi data serta hasil hitung cepat dari lembaga survei tersebut.

Logo Bloomberg Technoz

China Dilanda Flu Babi Afrika, Dampak Ekonomi Membayangi

News
17 March 2023 15:40

Ilustrasi pedagang daging babi (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi pedagang daging babi (Sumber: Bloomberg)

Hallie Gu - Bloomberg News

Bloomberg, China tengah berjuang melawan bangkitnya virus demam babi Afrika di negara tersebut, penyakit mematikan yang sebelumnya memusnahkan hampir setengah dari babi di negara itu.

Virus ini berpotensi mendorong harga babi, daging yang paling populer di negara itu.

Wabah ini telah dilaporkan di berbagai bagian di China selama musim dingin. Penyakit ini sangat menular dan dapat mengakibatkan kerugian besar pada populasi babi dengan konsekuensi ekonomi yang drastis. Rabobank Group memperkirakan gelombang terbaru akan mengurangi kapasitas produksi dan mendongkrak harga daging babi di kuartal kedua.

Wabah itu cukup parah pada Januari dan Februari, terutama di daerah utara, dan beberapa daerah lainnya juga masih berjuang melawan penyakit itu, kata Pan Chenjun, analis senior di Rabobank. Dia memperkirakan bahwa gelombang terbaru virus ini telah mempengaruhi 10% dari peternak babi nasional yang akan menyebabkan harga lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang.

Sumber: Blooberg