Logo Bloomberg Technoz

Hanya 10.000 Unit, Penjualan EV Jauh di Bawah Target Pemerintah

Rezha Hadyan
10 March 2023 16:02

Teknisi mengonversi mobil konvensional menjadi listrik di Workshop Spora EV, Selasa (7/3/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Teknisi mengonversi mobil konvensional menjadi listrik di Workshop Spora EV, Selasa (7/3/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta — Realisasi penjualan kendaraan listrik sepanjang 2022 dilaporkan hanya mencapai 10.180 unit, terpaut sangat jauh dari target pemerintah sebanyak 1,04 juta unit. Kendati demikian, industri otomotif secara kumulatif masih sanggup tumbuh 10,95% secara tahunan per kuartal IV-2022. 

Klaim tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di sela pembukaan pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2023, Jumat (10/3/2023). 

Menurut Airlangga, industri otomotif secara kumulatif masih tercatat sebagai salah satu sektor yang bertumbuh paling signifikan di Tanah Air, ditopang oleh insentif pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP).

Selaras dengan perkembangan itu, Airlangga berekspektasi pengembangan subsektor kendaraan listrik di Indonesia akan makin masif ke depan, seiring dengan mengalirnya investasi dari pabrikan kendaraan listrik, baik roda dua maupun empat. 

Dia menjabarkan pemerintah menargetkan penjualan kendaraaan listrik dapat mencapai 400.000 unit pada 2024, turun dari target tahun lalu sebanyak sekitar 1 juta unit. Namun, dia optimistis target tersebut realistis untuk dicapai tahun depan, sebagai pijakan awal Indonesia mencapai misi nol emisi karbon pada 2060.