Logo Bloomberg Technoz

Badai Matahari Hantam Bumi Akhir 2023, Ini Efeknya ke Indonesia

Redaksi
18 December 2023 12:05

Ilustrasi matahari. (Photo by Braňo via Unsplash)
Ilustrasi matahari. (Photo by Braňo via Unsplash)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ada badai matahari pada akhir tahun 2023 ini dan disinyalir menjadi yang terkuat. Apakah fenomena ini membahayakan umat yang ada di planet bumi?

Menurut data yang terekam Solar Dynamics Observatory milik National Aeronautics and Space Administration (NASA) terjadi solar flare atau jilatan dari api matahari pada Kamis (14/12/2023) pukul 12:12 waktu EST, minggu lalu. 

Jilatan api menjadi yang terkuat setelah peristiwa yang sama terjadi pada September 2017. Data mencatat jilatan api matahari ini sebagai X2.8.

Berdasarkan keterangan NASA jilatan api dengan kekuatan besar akan berdampak pada tertanggungnya jaringan listrik, sinyal navigasi, dan komunikasi radio. Jilatan yang menghasilkan energi yang kuat turut menimbulkan risiko bagi para astronot dan pesawat ruang angkasa.

“Suar ini diklasifikasikan sebagai suar X2.8.  Kelas X menunjukkan suar yang paling kuat, sementara angka tersebut memberikan informasi lebih lanjut tentang kekuatannya,” tulis NASA.

Penjelasan jilatan api atau badai matahari yang terjadi di 2023. (Dok: NASA)