Logo Bloomberg Technoz

Persiapan Dana Pensiun Masyarakat Indonesia Masih Rendah

Ruisa Khoiriyah
28 February 2023 13:01

Bonus demografi Indonesia akan berakhir pada 2038, dibayangi masih rendahnya penetrasi dana pensiun (Unsplash/Tyler Morgan)
Bonus demografi Indonesia akan berakhir pada 2038, dibayangi masih rendahnya penetrasi dana pensiun (Unsplash/Tyler Morgan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pertumbuhan sektor dana pensiun di Indonesia sepanjang 2022 tercatat sebesar 5,48%. Dalam konferensi pers Senin (27/2/2023), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, saat ini nilai aset industri dana pensiun di Tanah Air mencapai Rp 346,86 triliun.

Meski masih mencatat pertumbuhan, sektor pensiun masih jauh tertinggal bila dibandingkan dengan sektor keuangan lain seperti perbankan dan asuransi. Sebagai perbandingan, nilai aset industri perbankan telah mencapai Rp 10.874,85 triliun. Sedangkan nilai industri asuransi jiwa saja mencapai Rp 585,86 triliun pada akhir 2022. 

Data yang dirilis oleh Indonesia Financial Group (IFG) tentang kondisi dan tantangan dana pensiun di Indonesia beberapa waktu lalu, memperlihatkan, tingkat penetrasi dana pensiun publik sejauh ini memang masih rendah. 

Pada 2020, penetrasi dana publik yang dilihat dari total nilai dana Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJS-TK) adalah sebesar 2,73% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Setahun berlalu, angkanya tidak banyak berubah. Berdasarkan publikasi terakhir yang dirilis oleh BPJS Ketenagakerjaan seperti dikutip oleh Bloomberg Technoz, Selasa (28/2/2023), pada 2021, penetrasi dana pensiun terhadap 2021 baru sebesar 2,842%.