Logo Bloomberg Technoz

Ini Catatan Pelaku Usaha Soal Pelemahan Kinerja Ekspor Nonmigas

Rezha Hadyan
15 February 2023 16:53

Ilustrasi: Kapal ekspor di galangan kapal IPC Car Terminal di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Indonesia. (Dok. Dimas Ardian/ Bloomberg)
Ilustrasi: Kapal ekspor di galangan kapal IPC Car Terminal di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Indonesia. (Dok. Dimas Ardian/ Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menurunnya kinerja ekspor secara bulanan pada Januari 2023 makin menegaskan bahwa Indonesia sudah waktunya mempertajam komitmen penghiliran industri.

Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini melaporkan kinerja ekspor Indonesia melanjutkan perlambatan bulanannya pada Januari 2023 dengan hanya capaian senilai US$22,31 miliar atau menurun dari US$23,83 pada Desember 2022.

Ketua Bidang Industri Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Johnny Darmawan menyebut penurunan kinerja ekspor nasional sangat dipengaruhi oleh tren pelembaman harga komoditas ekspor unggulan seperti batu bara dan minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Solusinya adalah pendalaman industri atau penghiliran agar ada nilai tambah dari produk-produk yang kita ekspor.

Ketua Bidang Industri Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Johnny Darmawan

Dia melanjutkan harga komoditas-komoditas akan cenderung kembali ke normal setelah menorehkan reli penguatan, atau membuat Indonesia tidak lagi menerima berkah atau windfall seperti dua tahun belakangan.

"Solusinya adalah pendalaman industri atau penghiliran agar ada nilai tambah dari produk-produk yang kita ekspor. Proses komoditas-komoditas ekspor, khususnya pertambangan, di dalam negeri, nilai [tambah] bisa berlipat-lipat. Nilai keseluruhan naik, tidak lagi bergantung pada pergerakan harga dan nilai tukar," katanya kepada Bloomberg Technoz, Rabu (15/02/2023).