Logo Bloomberg Technoz

Harga Batu Bara Merosot Saat Kenaikan Harga Minyak Mulai Mereda

Ruisa Khoiriyah
08 September 2023 07:30

Aktivitas pengangkutan komoditas batu bara di sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan. (Dok Bloomberg)
Aktivitas pengangkutan komoditas batu bara di sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan. (Dok Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga batu bara tercatat turun dua hari berturut-turut setelah mencetak rekor harga tertinggi sejak Mei pada 5 September lalu.

Di pasar ICE Newcastle Australia, harga batu bara ditutup di melemah di US$ 166,95/ton pada Kamis (7/9/2023), melanjutkan pelemahan sehari sebelumnya setelah pada Selasa pekan ini melompat 2,4% dalam satu hari perdagangan ke kisaran US$ 171,3/ton.

Walau mencatat pelemahan dua hari berturut-turut, batu bara masih mengantongi kenaikan tipis 0,78% sepanjang pekan ini. Sementara selama Agustus, batu bara masih mencetak kenaikan harga di atas 8%.

Kenaikan harga minyak dunia yang berlangsung menyusul kebijakan negara OPEC+ memangkas produksi, sempat turut melambungkan harga batu bara. 

Kini, dengan harga minyak kembali melemah di bawah US$ 90, pergerakan harga batu bara kemungkinan akan mengikuti walau diperkirakan masih akan di level cukup tinggi terutama dikuatkan oleh prospek kenaikan permintaan dari China.