Logo Bloomberg Technoz

Udara Jakarta Masih Berbahaya, Tanda Merah Polusi Masih Menyala

Ezra Sihite
23 August 2023 09:50

Suasana gedung bertingkat yang diselimuti polusi di kawasan Jakarta, Selasa (22/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Suasana gedung bertingkat yang diselimuti polusi di kawasan Jakarta, Selasa (22/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta dan sekitarnya pada Rabu, (22/8/2023) masih buruk dan masih dalam skala berbahaya bagi kesehatan. Melalui pengukuran yang diterakan lewat website pemantau kualitas udara Iqair, indeks AQI US pada hari ini pada 162 dan tetap bertanda merah menyala. Sementara polutan utama pada PM2.5 sebagaimana diakses pada pukul 09.05 WIB.

Sementara kemarin, kualitas udara buruk tembus rekor bulanini dengan AQI 165. Padahal pada pekan ini, para ASN Pemprov DKI sudah mulai melakukan work from home 'bekerja dari rumah' sebagai solusi jangka pendek polusi tersebut.

Tertera pada penjelasan pengukuran bahwa kondisi ini masih tidak sehat. Sementara konsentrasi polutan yang di Jakarta pada hari ini hingga 15,2 kali polutan kadar tidak sehat sebagaimana panduan kualitas udara tahunan WHO.

Indeks AQI pada Rabu (23/8/2023) (Web Iqair)

Apabila mengacu pada kualitas udara dalam empat hari terakhir, kualitas udara hari ini buruk yakni dengan 162 AQI meski kemarin masih lebih tinggi. Sementara pada Senin (21/8/2023) pada 147 AQI lalu pada Minggu (20/8/2023) 138 AQI dan pada Sabtu (19/8/2023) yakni 141 AQI. Polusi hingga kini masih menjadi momok di Jabodetabek dan berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu masyarakat yang keluar ruangan disarankan untuk menggunakan masker.