Logo Bloomberg Technoz

“Kasus jebakan asmara yang melibatkan Nvidia akan membebani pasar Asia pada awal pekan ini,” kata Nick Twidale, kepala analis pasar di AT Global Markets.

“Situasi ini menciptakan ketidakpastian yang sangat besar mengenai apa yang akan terjadi pada Nvidia, yang merupakan salah satu perusahaan AI terbesar di dunia, bahkan mungkin yang terbesar,” tambahnya.

Global Stocks Slumped to Six Month Low Last Week. (Sumber: MSCI, Bloomberg)

Perkembangan tersebut mengancam semakin melemahkan minat investor terhadap aset berisiko yang sebelumnya sudah rapuh. Aksi jual besar-besaran pada saham-saham teknologi dengan valuasi tinggi pekan lalu mendorong pasar saham Jepang dan Taiwan memasuki wilayah bear market secara teknikal, sekaligus membawa indikator saham global ke level terendah dalam enam bulan.

Investor juga tengah mencermati hasil pemilu paruh waktu AS serta dampaknya terhadap kebijakan fiskal, regulasi, dan pertumbuhan ekonomi.

Harga minyak juga akan menjadi perhatian pasar setelah serangan kelompok Houthi merusak salah satu bangunan ikonik di distrik keuangan Riyadh dan menyebabkan kerusakan ringan pada sejumlah kantor perusahaan minyak milik negara, Saudi Aramco.

Serangan tersebut terjadi ketika Presiden Donald Trump mengatakan bahwa kemungkinan dirinya memerintahkan serangan lanjutan terhadap Iran sangat kecil jika terdapat kemajuan dalam perundingan mengenai program nuklir negara tersebut dan pembukaan kembali Selat Hormuz, menurut laporan CNN.

Di Asia, data harga konsumen dan produsen China yang dirilis pada Senin akan memberikan gambaran terbaru mengenai kondisi ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. Menurut Bloomberg Economics, inflasi kemungkinan meningkat pada Oktober akibat kenaikan biaya energi.

Dolar AS diperdagangkan bervariasi pada awal perdagangan Senin. Mata uang tersebut menguat 0,4% sepanjang pekan lalu, mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam sebulan. Penguatan ini terjadi karena aksi jual saham meningkatkan permintaan terhadap aset-aset safe haven, sementara data ketenagakerjaan yang kuat kembali memunculkan ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga sekali lagi.

Perhatian pasar kini tertuju pada data inflasi AS yang akan dirilis pada Selasa untuk mendapatkan petunjuk mengenai prospek suku bunga. Para trader memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun mencapai hampir 80%.

“Sejarah dipenuhi berbagai contoh pengambilan risiko yang, jika dilihat setelah kejadian, tampak ceroboh. Sementara itu, penilaian terhadap AI masih belum mencapai kesimpulan,” tulis para ahli strategi Barclays yang dipimpin Themistoklis Fiotakis dalam catatan kepada klien.

“Meski demikian, momentum pertumbuhan yang solid dan kemungkinan berlanjutnya siklus belanja modal (CAPEX) tanpa revisi penurunan yang besar membuat kami cenderung memanfaatkan setiap pelemahan dolar AS sebagai peluang untuk membeli,” tambah mereka.

Sejumlah pergerakan utama di pasar keuangan:

Mata Uang

  • Euro relatif stabil di level US$1,1142.

  • Yen Jepang relatif stabil di level 158,36 per dolar AS.

  • Yuan offshore relatif stabil di level 6,6707 per dolar AS.

  • Dolar Australia relatif stabil di level US$0,6868.

  • Dolar Selandia Baru menguat 0,4% menjadi 0,5568.

Mata Uang Kripto

  • Bitcoin menguat 0,2% menjadi US$74.245,04.

  • Ether melemah 0,4% menjadi US$2.117,5.

Obligasi

- Imbal hasil obligasi pemerintah Australia bertenor 10 tahun naik 3 basis poin menjadi 5,02%.

Pergerakan Indeks Dolar dan Mata Uang

  • Bloomberg Dollar Spot Index menguat 0,4%.

  • Euro tidak berubah di level US$1,1143.

  • Yen Jepang menguat 0,1% menjadi 158,30 per dolar AS.

  • Yuan offshore relatif stabil di level 6,6715 per dolar AS.

  • Dolar Australia relatif stabil di level US$0,6871.

(bbn)

No more pages