Meski demikian, umat Islam tetap diperbolehkan bersedekah setelah matahari terbit. Hanya saja, amalan tersebut tidak lagi disebut sebagai sedekah subuh. Tidak ada larangan untuk bersedekah di luar waktu tersebut.
Cara Sedekah Subuh yang Benar
Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menunaikan sedekah subuh. Amalan ini tidak harus dilakukan dengan cara tertentu, sehingga dapat disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan masing-masing.
Berikut beberapa cara sedekah subuh yang bisa diterapkan:
-
Mengisi kotak amal masjid. Sisihkan sebagian uang untuk dimasukkan ke kotak amal masjid ketika melaksanakan salat Subuh berjemaah.
-
Menitipkan uang kepada keluarga. Bagi perempuan yang tidak melaksanakan salat Subuh di masjid, sedekah dapat dititipkan kepada suami, anak laki-laki, ayah, atau kerabat yang berangkat ke masjid.
-
Mentransfer uang. Sedekah juga bisa disalurkan melalui rekening bank setelah salat Subuh.
-
Memberikan makanan. Siapkan makanan untuk dibagikan kepada tetangga, pondok pesantren, panti asuhan, atau pihak lain yang membutuhkan dan dapat memanfaatkannya.
-
Mengantarkan bantuan. Selain uang dan makanan, sedekah dapat berupa barang atau bantuan lain yang diberikan langsung kepada orang yang membutuhkan.
-
Memanjatkan doa. Setelah memasukkan uang ke kotak amal atau menyalurkan sedekah, luangkan waktu untuk berdoa kepada Allah SWT.
-
Melakukan muhasabah. Jadikan momen setelah bersedekah sebagai kesempatan untuk merenungkan berbagai nikmat yang telah diterima dan mensyukurinya.
Keutamaan Sedekah Subuh bagi Muslim
Sedekah subuh memiliki sejumlah keutamaan yang dapat menjadi motivasi bagi umat Islam untuk rutin melakukannya. Berikut tiga keutamaan yang disebutkan dalam buku The Power of Jalur Langit karya Kawanita dan Isnura Afgandi.
1. Diberi Kelancaran Rezeki
Salah satu keutamaan sedekah subuh adalah mendapatkan doa dari malaikat agar harta yang diinfakkan diganti oleh Allah SWT. Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap pagi terdapat dua malaikat yang turun.
Salah satu malaikat berdoa agar Allah memberikan ganti kepada orang yang menginfakkan hartanya. Sementara itu, malaikat lainnya berdoa agar orang yang menahan hartanya mendapatkan kebinasaan.
Hadis tersebut menjadi pengingat tentang keutamaan berbagi dan anjuran untuk tidak bersikap kikir terhadap rezeki yang dimiliki.
2. Menjadi Sebab Kesembuhan Penyakit
Sedekah juga disebut sebagai salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan ketika seseorang sedang menghadapi penyakit. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Abu Dawud yang menganjurkan umat Islam untuk menjaga harta dengan zakat dan mengobati penyakit melalui sedekah.
Meski demikian, sedekah tidak menggantikan pengobatan medis. Seseorang yang sedang sakit tetap perlu menjalani pemeriksaan dan penanganan sesuai anjuran tenaga kesehatan, sembari memohon kesembuhan kepada Allah SWT.
3. Derajatnya Diangkat oleh Allah SWT
Keutamaan lainnya adalah Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang bersedekah dengan ikhlas. Sedekah juga tidak membuat harta seseorang berkurang dalam pandangan ajaran Islam.
Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim:
"Tiadalah harta itu berkurang karena sedekah. Allah tidak akan menambahkan kepada seseorang yang suka memaafkan melainkan kemuliaan. Dan tiadalah seseorang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah yang Maha Mulia lagi Maha Agung akan mengangkat derajatnya."
Niat Sedekah Subuh
Sebelum menunaikan sedekah subuh, umat Islam dapat membaca niat sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berikut bacaan niat sedekah subuh yang dikutip dari buku Ajaibnya Bangun Pagi, Subuh, Dhuha & Mengaji di Pagi Hari karya Muhammad Ainur Rasyid.
Arab:
نَوَيْتُ التَّقَرُّبَ اِلَى اللهِ تَعَالَى وَاتِّقَاءَ غَضَبِ الرَّبِّ جل جلاله وَاتِّقَاءَ نَارِ جَهَنَّمَ وّالتَّرَحُّمَ عَلَى الاخْوَانِ وَصِلَةَ الرَّحِمِ وَمُعَاوَنَةَ الضُّعَفَاءِ وَمُتَابَعَةَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَاِدْخَالَ السُّرُوْرِ عَلَى اْلاِخْوَانِ وَدَفْعِ البَلاَءِ عَنْهُ وَعَنْ سَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلاِنْفاَقَ مِمَّا رَزَقَهُ الله وَقَهْرَ النَّفْسِ وَالشَّيْطَانِ
Latin:
Nawaitut taqoruba ilallahi ta'ala wattiqoaa ghadlabir rabbi jalla jalaluhu wattiqoa nari jahannama wattarakhkhuma 'ala ikhwani wa shilatur rahimi wa mu'awanatadh dlu'afai wa mutaba'atan nabiyyi shallallahu 'alaihi wa sallama wa idkholas sururi 'alal ikhwani wa daf'il balai 'anhu wa 'an sairil muslimina wal infaqo mimma razaqohullahu wa qohran nafsi wasy syaithoni.
Artinya:
"Aku niat (bersedekah) untuk mendekatkan diri kepada Allah, menghindari murka Tuhan, menghindari api neraka jahannam, berbelas kasih kepada saudara dan menyambung silaturahmi, membantu orang-orang yang lemah, mengikuti Nabi SAW, memasukkan kebahagiaan pada saudara, menolak turunnya dari mereka dan semua kaum muslimin, menafkahkan rezeki yang diberikan oleh Allah, dan untuk mengalahkan nafsu dan setan."
Doa Setelah Sedekah Subuh
Setelah menunaikan sedekah, umat Islam juga dapat memanjatkan doa agar amal yang diberikan diterima oleh Allah SWT. Salah satu doa yang bisa dibaca adalah sebagai berikut:
Arab:
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin:
Rabbana taqabbal minna innaka antas sami'ul alim.
Artinya:
"Ya Tuhan kami, terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Sedekah subuh dapat dilakukan dengan berbagai cara sederhana, sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing. Hal terpenting adalah melakukannya dengan ikhlas serta menjadikan berbagi sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
(seo)





























