Logo Bloomberg Technoz

Para investor tampaknya memilih untuk mengabaikan gejolak politik tersebut, dengan keyakinan bahwa motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi AS, mulai dari belanja konsumen hingga lonjakan kecerdasan buatan (AI) akan tetap kokoh. 

Kebuntuan politik (political gridlock) justru dapat membatasi ekspansi fiskal lebih lanjut dan mengurangi tekanan pada pasar obligasi, yang pada gilirannya memberikan sentimen positif bagi pasar saham.

"Kebuntuan politik justru menguntungkan," ujar Jason Pride dari Glenmede. "Secara historis, pasar cenderung berkinerja lebih baik ketika tidak ada satu partai pun yang mampu meloloskan undang-undang hanya dengan dukungan dari partainya sendiri. Kondisi seperti ini umumnya mendukung pasar ekuitas."

Meskipun kemenangan Partai Demokrat berpotensi menghambat pengembangan pusat data (data center) di beberapa negara bagian, banyak investor menilai tidak ada ancaman langsung yang berarti terhadap prospek investasi di sektor AI.

Menurut Ulrike Hoffmann-Burchardi dari UBS Global Wealth Management, pengawasan yang lebih ketat dari Kongres tidak serta-merta akan menghentikan siklus investasi AI, mengingat permintaan dasar di sektor tersebut masih sangat kuat. 

“Memang, kekhawatiran mengenai regulasi AI cukup tinggi, namun kenyataannya pasar sangat tidak menyukai ketidakpastian. Kini, setelah pemilihan umum berlalu, kita melihat para pembeli mulai masuk ke berbagai sektor,” ujar Ryan Detrick dari Carson Group.

Pasar saham AS diperkirakan akan menguat hingga akhir tahun karena pemilihan umum telah menghilangkan salah satu sumber ketidakpastian, ditambah dengan kinerja laba perusahaan yang tetap kuat serta posisi investor yang belum terlalu agresif, sehingga masih ada ruang untuk aksi beli baru, catat Scott Rubner dari Citadel Securities.

Sejak tahun 1946, harga saham selalu lebih tinggi satu tahun setelah setiap pemilihan paruh waktu (midterm election)—termasuk dalam empat kejadian di mana kendali DPR dan Senat beralih ke partai yang beroposisi dengan presiden, ungkap Keith Lerner dari Truist Advisory Services Inc.

“Hal ini mendukung pandangan dasar kami untuk tetap bersikap positif terhadap pasar yang sedang dalam tren naik (bull market). Namun, bagi kami, faktor-faktor seperti laba perusahaan, kondisi ekonomi, suku bunga, valuasi, dan tren pasar tetap menjadi pertimbangan yang lebih penting,” tambahnya.

(bbn)

No more pages