Logo Bloomberg Technoz

Pesan ini memperkuat anggapan bahwa The Fed bakal menaikkan suku bunga acuan dalam rapat selanjutnya, yakni pada Desember. Mengutip CME FedWatch, peluangnya mencapai 70,8%.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga naik.

“Harga minyak yang tinggi membuat The Fed menjadi hawkish. Likuiditas ke pasar saham dan emas menjadi berkurang,” kata Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy di TD Securities, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana perkiraan gerak harga emas pada November? Apakah bisa bangkit atau malah kian terjepit?

Secara teknikal dengan perspektif bulanan (monthly time frame), emas sejatinya menempati zona bullish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 53.

RSI di atas 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas belum jauh di atas 50 sehingga bisa dibilang masih cenderung netral.

Kemudian indikator Stochastic RSI ada di 0. Paling rendah, sudah sangat jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan bulan ini, harga emas berpotensi naik. Cermati pivot point di US$ 3.990/troy ons.

Dari situ, harga emas berpeluang menguji resisten US$ 4.085/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Resisten lanjutan ada di MA-10 yaitu US$ 4.354/troy ons.

Target paling optimistis ada di US$ 4.466/troy ons.

Namun apabila harga emas ambruk lagi, maka US$ 3.855/troy ons sepertinya bisa menjadi support terdekat, Kalau jebol, maka US$ 3,755-3.635/troy ons mungkin bisa menjadi level berikutnya.

Target paling pesimistis adalah US$ 3.342/troy ons.

(aji)

No more pages