Sungguh sulit untuk menghentikan kerja sama bisnis dengan bursa sekelas Binance yang memiliki skala dan jangkauan sebesar itu. Per 28 Oktober, perusahaan tersebut mengelola aset senilai US$171 miliar, menurut unggahan di X pada hari Minggu. Bursa terbesar kedua, OKX, mengelola aset sekitar US$29 miliar.
“Kami tidak akan menarik dana. Binance adalah platform dengan likuiditas tertinggi. Jika Anda ingin bertransaksi atau melakukan lindung nilai dalam kripto, Anda harus berada di Binance. Saya memang memperkirakan akan ada penarikan dana, tapi saya juga melihat banyak yang akan kembali seiring pulihnya likuiditas,” kata Vincent Liu, kepala investasi di Kronos Research.
Namun, tingkat keparahan serangan hacker dan penyebabnya yang diduga — laptop seorang karyawan yang diretas — mengguncang kepercayaan terhadap protokol keamanan siber Binance yang ada dan menimbulkan kegemparan di seluruh sektor pada awal pekan ini.
Lembaga-lembaga pemerintah AS, termasuk Biro Investigasi Federal (FBI) dan Dinas Rahasia AS, telah menyelidiki serangan tersebut, yang oleh FBI dan perusahaan analisis blockchain dituduhkan kepada Korea Utara.
Dampak pasar sejauh ini tampaknya relatif terkendali. Nilai sebagian besar mata uang kripto utama berubah kurang dari 1% pada hari Minggu. Bitcoin — yang menyumbang sekitar 60% dari nilai pasar sektor ini — diperdagangkan di sekitar US$78.000, kira-kira 5% di bawah level sebelum pencurian terjadi.
“Pada tingkat tertentu, hal ini menunjukkan betapa matangnya industri ini. Kami melihat respons yang luar biasa cepat,” kata Haseeb Qureshi, mitra pengelola di dana ventura Dragonfly.
Binance began restoring withdrawals in phases at 06:00 UTC on November 1, 2026. By 12:36 UTC, withdrawals had resumed for all 15 networks and assets in the initial phase. After an initial spike, withdrawal volumes have declined and are stabilising as expected, while deposit volumes have remained substantial. Between 06:00 and 15:30 UTC on November 1, we processed $4.649 billion in withdrawals and $1.01 billion in deposits, resulting in a net outflow of approximately $3.64 billion. This represents 2.1% of our $171 billion in total assets under management (AUM), based on the latest available Proof of Reserves (PoR) data as of October 28, 2026. A new PoR snapshot was taken at 00:00 UTC on October 31, and zero-knowledge proof (ZKP) computation began. The updated report is expected to be available on our PoR website tomorrow. Our team continues testing rigorously the remaining networks and assets. We know how important safe and reliable access to your funds is and will share details of the next phase as soon as we can. Rest assured that market conditions are stable. Thank you for your patience and continued support.
— Binance (@binance) November 1, 2026
Peluncuran Bertahap
Binance telah merilis proses penarikan secara bertahap. Tahap pertama mencakup 15 token, termasuk Ether dan dua stablecoin terbesar, yaitu USDT dari Tether dan USDC dari Circle Internet Group Inc. Penarikan pada 15 jaringan blockchain, termasuk Ethereum, BNB Smart Chain, XRP, dan Base, menyusul setelahnya.
Tak semua penarikan berasal dari pelanggan karena beberapa transfer dilakukan antar dompet Binance, kata Co-CEO Yi He di X.
Sejauh ini, Binance telah mengganti sekitar 95% dari aset kripto yang dicuri menggunakan kas perusahaan, serta dana darurat juga asuransi. Token yang dicuri dalam serangan tersebut merupakan campuran dari kripto terbesar di 10 blockchain, termasuk Bitcoin dan Ethereum.
“Komitmen kami tetap tidak berubah: Binance akan menanggung dampak finansial dari dana yang dicuri,” kata perusahaan tersebut. “Kerugian ini tidak akan dibebankan kepada pengguna.”
Segela serangan tahun ini terhadap perusahaan kripto dan industri keuangan secara luas telah meningkatkan kekhawatiran bahwa AI membuat para peretas semakin efektif — apa pun target yang mereka bidik. Beberapa pakar keamanan percaya bahwa hacker Korea Utara telah memasukkan tool AI ke dalam persenjataan mereka, yang sangat membantu terutama dalam pengintaian dan rekayasa sosial.
Serangan-serangan tersebut telah mengungkap kelemahan keamanan yang serius di industri yang kini semakin merambah ke sektor keuangan arus utama. Ratusan juta dolar AS berhasil dikuras dari Bitget pada bulan September.
Para hacker juga mencuri lebih dari US$100 juta dalam bentuk Bitcoin dari dompet yang diamankan oleh perangkat Coinkite Inc., sementara tindakan manipulasi yang melibatkan perangkat Ledger mengakibatkan kerugian senilai jutaan dolar.
Serangan siber lainnya baru-baru ini menimpa pasar prediksi Polymarket, perusahaan keuangan Korea Selatan Mirae Asset Global Investments dan Daishin Securities, serta platform perdagangan mata uang Jepang GMO Internet Group Inc.
Perusahaan kuantitatif SQS Trading memiliki sekitar seperempat modal perdagangannya di Binance, dan berencana untuk memangkasnya sekitar sepertiga, kata pendiri Eli Williams dalam sebuah wawancara. Perubahan tersebut tidak akan meratakan posisinya atau mengurangi penggunaan bursa tersebut sebagai sarana lindung nilai, katanya.
“Sulit untuk memperkirakan apa dampak bersihnya pada tahap ini, tetapi kami akan memantau arus keluar modal dan dampak volume relatif terhadap bursa-bursa utama lainnya,” kata Williams.
Walau demikian, pihak lain memilih untuk menunda perubahan sama sekali. Justin d’Anethan, kepala riset di perusahaan penasihat pasar swasta Arctic Digital, mengatakan bahwa ia tidak terpengaruh oleh peretasan terbaru tersebut.
“Saat ada sesuatu yang tampak mencurigakan, memang baik untuk bertindak cepat, tetapi ketika terjadi sesuatu yang dahsyat, lebih baik menunda untuk melakukan apa pun,” katanya. “Saya belum dan tidak akan berpindah dari Binance.”
(bbn)




























