Logo Bloomberg Technoz

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) beserta sekutunya sebelumnya telah mengisyaratkan akan menunda kenaikan kuota hingga akhir tahun ini, setelah menyepakati serangkaian peningkatan moderat selama enam bulan hingga Agustus.

Peningkatan tersebut—yang sebagian besar bersifat simbolis akibat dampak perang Iran terhadap produksi di Teluk Persia—secara teoretis membatalkan pemangkasan yang dilakukan pada tahun 2023. Hal ini dapat memberikan ruang lebih luas bagi negara-negara anggota di kawasan Teluk untuk meningkatkan volume produksi saat konflik mereda.

Keputusan besar berikutnya dari OPEC+ adalah apakah akan memulihkan kembali bagian dari produksi yang sempat dihentikan pada tahun 2022. Proses yang kompleks ini kemungkinan besar akan bergantung pada hasil audit kapasitas produksi negara-negara anggota yang saat ini sedang berlangsung. Kebijakan untuk tahun depan akan diputuskan dalam pertemuan tingkat menteri secara penuh pada tanggal 29 November.

(bbn)

No more pages