CEKUNGAN PERMIAN
Minyak HighPeak 0,2% Konsumsi RI, Investasi Danantara Diplomatis?
Sabrina Mulia Rhamadanty
09 October 2026 15:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pengamat ekonomi dan energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti menilai investasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Cekungan Permian, khususnya di HighPeak Energy Inc., lebih tebal bobot diplomasi ekonominya ketimbang dampak riilnya terhadap ketahanan energi nasional.
“Porsi minyak yang didapat kalau hanya dari HighPeak Energy sangat minim dan tidak signifikan untuk menopang kebutuhan dalam negeri,” ungkap Yayan saat dihubungi Bloomberg Technoz, Jumat (9/10/2026).
Yayan memaparkan Cekungan Permian memang adalah wilayah yang menyumbang sekitar 6,8 juta barel per hari (bph) atau hampir separuh produksi minyak mentah Amerika Serikat (AS), sehingga memiliki nilai strategis sebagai portofolio investasi dan sarana alih teknologi industri minyak serpih (shale oil).
Namun, skala produksi HighPeak relatif kecil, yakni sekitar 29.000 bph atau kurang dari 0,2% total produksi minyak AS. Dengan porsi kepemilikan saham Danantara, bagian minyak (equity barrel) yang diperoleh diperkirakan hanya sekitar 4.100 bph.
"Angka ini setara 1,1% dari rata-rata impor minyak mentah Indonesia periode Januari—Juli 2026, atau hanya 0,24% dari total konsumsi minyak nasional pada 2025," ujar Yayan.






























