"Karena sulit keluar karena permintaannya karena supply-nya lebih tinggi daripada permintaannya, pasti suatu saat akan turun nilainya," tutur dia.
Koordinasi Kemenko Pangan-Kementan
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Sarmuji mengaku telah menyampaikan masalah harga beras pecah kepada Menteri Perdagangan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, dan Menteri Pertanian.
Pemerintah, kata dia, sat ini tengah mencari mekanisme agar industri dapat memperoleh bahan baku beras domestik dengan harga yang lebih kompetitif.
"Sedang kita komunikasikan, mudah-mudahan ada jalan keluar," kata dia. "Memang ada banyak problem, problem patokan harga, nanti BPK [Badan Pemeriksa Keuangan] pemeriksaannya seperti apa, dan lain sebagainya."
Pemerintah sebelumnya memang berencana mengalihkan sekitar 380.000 ton stok beras pecah impor milik Perum Bulog yang dinilai telah mengalami penurunan mutu, yang telah lama tersimpan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, stok tersebut dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku olahan pangan seperti tepung, yang disebut sebagai hilirisasi beras.
"Tentu ada yang karena sudah dua tahun, tentu ada yang kurang mutu. Nah yang kurang mutu itu kira-kira 300.000 [380.000 ton] ini kita tadi boleh dilelang minimal harganya Rp11.000 [per kilogram],” ujar Zulhas, awal September lalu.
Zulhas mengatakan beras ini nantinya akan dijual lewat mekanisme pelelangan lewat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) dengan harga paling rendah sekitar Rp11.000/kg.
Dalam kesempatan lain, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, ratusan ribu ton beras yang akan dilelang tersebut rata-rata telah berumur minimal sekitar 10 bulan ke atas.
Usia itu menurutnya cocok dan lebih tepat dioleh menjadi tepung. Dengan begitu, diharapkan stok beras Bulog yang tidak ideal dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku membuat tepung oleh industri.
"Saat ini masih sedang proses dengan KPKNL Pada waktunya kita akan menjelaskan teknis penjualan beras tersebut," kata Rizal di Jakarta, belum lama ini.
Saran diperbarui
Audi sedang meninjau posisi merek Italia tersebut dalam grup VW yang berupaya melepas saham dan bisnisnya. Ducati termasuk di antara sekitar 600 bisnis yang sedang diperiksa, meskipun CEO Gernot Döllner mengatakan belum ada keputusan yang diambil mengenai penjualan.
































