Namun, sikap risk-on itu belum sepenuhnya merambat ke pasar obligasi domestik. Surat Utang Negara (SUN) hari ini banyak dilepas investor. Bahkan, yield tenor 1 tahun kini berada di kisaran 7,02%, diikuti tenor 5 tahun juga naik ke 7,59%, dan tenor 10 tahun melejit 4,1 basis poin (bps) ke 7,67%.
Sebagai catatan, per 28 Oktober investor melepas kepemilikannya di pasar obligasi domestik senilai US$64,4 juta secara harian, dan US$25,2 juta secara mingguan.
Aksi jual tersebut dipicu sentimen perubahan klasifikasi MSCI di pasar saham yang juga berdampak ke pasar Surat Berharga Negara (SBN). Alhasil, penguatan rupiah yang sempat menyentuh Rp18.108/US$ tadi pagi banyak terpangkas.
Untuk diketahui, sepanjang pekan rupiah telah terpangkas 0,39% menggenapi pelemahan sepanjang Oktober yang sebesar 1,42%.
(riset/aji)































