GoTo juga masih membukukan pendapatan dari lini imbalan jasa e-commerce atas transaksi Tokopedia dan TikTok Shop sebesar Rp786,18 miliar, meningkat 25% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp627,82 miliar.
Sisanya pendapatan GOTO disumbang dari lini pendapatan iklan sebesar Rp360,36 miliar dan pendapatan lain-lain sebesar Rp1,82 triliun.
Pencapaian ini melanjutkan kinerja positif yang dibukukan induk Gojek dan GoPay ini sejak awal tahun.
Pada kuartal I-2026, GoTo mencatatkan laba bersih atribusi sebesar Rp257,94 miliar, lalu pada kuartal II perseroan melanjutkan raihan laba bersih atribusi sebesar Rp349,55 miliar, sehingga selama semester I-2026 (6 bulan), perseroan mencetak laba bersih atribusi Rp607,49 miliar.
Di sisi lain, perseroan berhasil menjaga pos beban yang mampu dikelola secara efisien, baik beban umum administrasi, beban penjualan dan pemasaran, serta beban operasional. Beban pengembangan produk bahkan turun 1,9% menjadi Rp1,54 triliun.
Arus kas dari aktivitas operasi GoTo tercatat positif sebesar Rp2,5 triliun sepanjang sembilan bulan 2026 berbalik dari negatif pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp161 miliar.
(tim)





























