Logo Bloomberg Technoz

Menurut Vikram, Indosat terus membangun kapabilitas untuk menjawab meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur dan solusi AI, baik di Indonesia maupun di pasar global. Perusahaan ingin memperluas akses terhadap teknologi sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan perekonomian.

Bisnis Telko Topang Ekspansi AI, Indosat Perkuat Ekosistem Digital

(Dok. Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT))

Untuk menjaga pertumbuhan bisnis inti sekaligus memperbesar peluang monetisasi, Indosat menerapkan strategi hyper-personalization berbasis data guna menghadirkan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Strategi tersebut berkontribusi pada peningkatan Average Revenue Per User (ARPU) seluler gabungan sebesar 16,5% YoY menjadi Rp46.000. Pada periode yang sama, trafik data tumbuh 16% menjadi 14.829 petabyte.

Indosat juga terus berinvestasi dalam peningkatan kualitas jaringan, optimalisasi spektrum, dan pengembangan kapabilitas 5G. Penguatan konektivitas tersebut tidak hanya menopang bisnis utama, tetapi juga menjadi infrastruktur dasar untuk mengembangkan layanan digital dan AI.

Di sisi bisnis baru, Indosat membangun ekosistem AI terintegrasi yang mencakup konektivitas, jaringan fiber, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi untuk kebutuhan perusahaan. Salah satu inisiatifnya adalah Indosat Intelligence Suite, yang dikembangkan melalui kemitraan strategis dengan F5.

Layanan tersebut memberikan akses terkelola terhadap berbagai model dan infrastruktur AI melalui satu lapisan terintegrasi. Dengan pendekatan ini, pelanggan korporasi dapat mengelola penggunaan AI, mengendalikan biaya, dan memperluas penerapan teknologi secara lebih terukur.

Kemitraan dengan F5 memperluas peluang Indosat untuk menyediakan solusi teknologi bagi segmen korporasi, melampaui layanan telekomunikasi konvensional. Perusahaan juga memanfaatkan jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer melalui RAIA Grid untuk mendukung kebutuhan konektivitas dan infrastruktur digital.

Untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI, Indosat turut mengembangkan Zankore by Indosat dengan ambisi jangka panjang mencapai kapasitas AI hingga 1 gigawatt (GW). Pengembangan ini ditujukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan komputasi seiring semakin luasnya adopsi AI oleh dunia usaha.

Ekspansi tersebut membutuhkan investasi jangka panjang, sementara pendapatan dari infrastruktur dan layanan AI berkembang seiring kapasitas yang tersedia dan permintaan pasar. Karena itu, kekuatan bisnis inti dan pengelolaan keuangan menjadi faktor penting untuk menopang investasi sebelum seluruh potensi komersialnya terealisasi.

Perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha selama lima tahun juga memberikan kesinambungan kepemimpinan bagi agenda transformasi Indosat. Dengan arah strategi yang berkelanjutan, perusahaan dapat melanjutkan penguatan bisnis konektivitas sekaligus mengembangkan AI sebagai mesin pertumbuhan berikutnya.

Indosat kini menjalankan dua agenda secara bersamaan: mempertahankan daya saing bisnis telekomunikasi dan memperluas monetisasi teknologi AI. Keberhasilan strategi tersebut akan bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga kualitas jaringan dan pengalaman pelanggan, sekaligus mengonversi investasi serta permintaan pasar AI menjadi pendapatan yang berkelanjutan.

(red)

No more pages