"Sekarang yang sedang diperangi oleh Kemenhub, salah satunya adalah ODOL. Tidak ada sama sekali unsur berkeselamatan di situ," kata dia. "Jalan tol juga tidak boleh ada yang berlubang, yang membuat terjadinya peristiwa kecelakaan."
Sejak Januari hingga September 2026, kata awal, perusahaan mencatat telah melayani sebanyak 129.443 korban kecelakaan, yang meliputi 20.836 meninggal dunia serta 108.607 luka-luka.
Dari total tersebut, akumulasi nilai santunan yang telah diberikan mencapai sebanyak Rp2,19 triliun. terdiri dari Rp1,10 triliun untuk korban meninggal serta senilai Rp1,09 triliun untuk korban luka-luka.
"Kami ingin memberikan kontribusi yang lebih besar sesuai dengan mandat dan kapasitas yang kami miliki. Kami ingin hadir bukan hanya ketika kecelakaan sudah terjadi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengurangi risiko kecelakaan," tutur Awaluddin
(ain)































