Logo Bloomberg Technoz

Untuk mencapai target tersebut, BEI menyusun strategi jangka panjang melalui Master Plan Bursa Efek Indonesia 2026–2030.

Strategi tersebut ditopang empat pilar bisnis dengan dukungan lima enabler untuk memperkuat pertumbuhan dan daya saing pasar modal domestik.

Arah strategis itu kemudian diwujudkan melalui tiga kelompok inisiatif unggulan, yakni penguatan likuiditas dan akses pasar, perluasan penggalangan dana (fundraising) dan pembentukan modal, serta pengembangan produk dan infrastruktur baru.

Jeffrey mengatakan ketiga inisiatif tersebut diarahkan untuk meningkatkan kedalaman dan likuiditas pasar, memperluas sumber pendanaan bagi perusahaan, serta menghadirkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan pelaku pasar.

"Kami menyadari bahwa pencapaian target jangka panjang tersebut memerlukan tahapan implementasi yang terarah dan berkesinambungan," kata dia.

Pada fase awal master plan, yakni Fundamental Reinvention, BEI akan memprioritaskan penyelarasan produk dengan kebutuhan pasar, demokratisasi akses investor, serta penguatan infrastruktur, proses operasional, dan tata kelola sebagai fondasi pertumbuhan ke depan.

51 Program Kerja 

Sebagai bagian dari pelaksanaan strategi tersebut, BEI menyusun 51 rencana kerja pada 2027 dengan total anggaran sebesar Rp596,4 miliar.

Anggaran itu dialokasikan ke dalam dua kelompok utama. Pertama, pilar bisnis sebesar Rp186,8 miliar atau 31,3% dari total anggaran, yang mencakup penguatan bisnis transaksi dan nontransaksi, peningkatan kuantitas dan kualitas perusahaan tercatat, serta perluasan partisipasi investor.

Kedua, anggaran untuk enabler sebesar Rp409,7 miliar atau 68,7% dari total anggaran, yang difokuskan pada penguatan infrastruktur dan kapabilitas pendukung.

Dari alokasi enabler tersebut, sebesar Rp380,7 miliar diarahkan untuk penguatan dan optimalisasi aset teknologi informasi guna mendukung keandalan sistem, kapasitas layanan, serta kesiapan pengembangan pasar ke depan.

Sementara itu, dalam asumsi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2027, BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp21 triliun.

Target tersebut meningkat 16,7% dibandingkan RKAT 2026 revisi sebesar Rp18 triliun, dengan asumsi 241 hari bursa.

Bursa juga menargetkan pencatatan 905 efek baru pada 2027, naik 13,1% dibandingkan RKAT 2026 revisi sebanyak 800 efek.

Target itu terdiri dari 25 pencatatan saham baru, 175 emisi obligasi dan sukuk, serta 705 efek lainnya, termasuk waran terstruktur dan produk investasi kolektif.

Adapun rata-rata investor aktif bulanan ditargetkan mencapai 1,3 juta investor, meningkat 44,4% dibandingkan target dalam RKAT 2026 revisi sebanyak 900.000 investor.

Dari sisi keuangan, BEI memproyeksikan pendapatan sebesar Rp2,59 triliun pada 2027, tumbuh 14,6% dibandingkan RKAT 2026 revisi. Laba bersih perseroan ditargetkan mencapai Rp563,9 miliar, meningkat 22,76%.

BEI juga menganggarkan belanja investasi sebesar Rp670 miliar pada 2027, atau meningkat 161,82%, untuk mendukung pengelolaan infrastruktur dan pertumbuhan bisnis ke depan.

(fik/naw)

No more pages