Survei tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak warga AS yang menilai kondisi bisnis baik dibandingkan buruk. Sementara itu, persentase responden yang menilai lapangan kerja tersedia melimpah naik ke level tertinggi dalam enam bulan.
Meski keyakinan konsumen meningkat pada bulan ini, masyarakat masih mengkhawatirkan dampak kenaikan harga terhadap anggaran rumah tangga serta pertumbuhan upah yang tertinggal dari inflasi. Biaya pinjaman juga belakangan meningkat, sehingga rumah, kendaraan, dan barang-barang mahal lainnya semakin sulit dijangkau.
Dengan pemilihan paruh waktu yang tinggal sepekan lagi, keterjangkauan biaya hidup tetap menjadi isu utama bagi pemilih dan memengaruhi penilaian mereka terhadap perekonomian. Namun, warga AS kini menunjukkan pandangan yang lebih positif terhadap pasar tenaga kerja, sementara tingkat pemutusan hubungan kerja (PHK) masih berada pada level yang secara historis rendah.
Survei keyakinan konsumen tersebut juga menunjukkan perbaikan pada selisih antara responden yang menilai lapangan kerja tersedia melimpah dan mereka yang menganggap pekerjaan sulit didapat. Indikator ini banyak dipantau ekonom untuk mengukur kondisi pasar tenaga kerja.
Rencana Pembelian
Rencana konsumen untuk membeli barang-barang mahal menunjukkan hasil beragam, sementara minat untuk berlibur sedikit menurun. Meski demikian, sentimen konsumen selama ini menjadi indikator yang kurang akurat untuk memprediksi belanja pribadi, yang terbukti tetap tangguh dan terus menopang pertumbuhan ekonomi.
“Pasar tenaga kerja masih mendukung aktivitas belanja,” kata Ben Ayers, ekonom senior di Nationwide, dalam sebuah catatan. “Tren survei konsumen masih lemah, tetapi hal itu tidak menghentikan rumah tangga untuk mempertahankan laju pembelian yang solid.”
Dalam enam bulan terakhir, konsumen berusia di bawah 35 tahun dan mereka yang berpenghasilan minimal US$100.000 menunjukkan keyakinan yang lebih tinggi. Pada Oktober, sentimen membaik di seluruh kelompok politik, terutama di kalangan pendukung Partai Republik.
Survei untuk laporan ini dilakukan pada 1-21 Oktober.
Indeks keyakinan konsumen Conference Board umumnya berfokus pada kondisi pasar tenaga kerja. Sementara itu, indeks sentimen konsumen yang dirilis secara terpisah oleh University of Michigan lebih menitikberatkan pada pandangan masyarakat mengenai kondisi keuangan pribadi dan biaya hidup. Meski demikian, kedua indeks tersebut cenderung bergerak searah dalam beberapa tahun terakhir.
Indeks sentimen konsumen University of Michigan yang dirilis pekan lalu sedikit turun ke level terendah dalam lima bulan, seiring harga-harga yang tinggi dan kenaikan suku bunga yang menekan optimisme masyarakat.
(bbn)




























