Logo Bloomberg Technoz

“Wisatawan yang datang untuk menikmati konser tidak hanya membeli tiket pertunjukan. Mereka juga menggunakan transportasi, menginap di hotel, menikmati kuliner, berbelanja, dan memiliki kesempatan menjelajahi destinasi wisata lainnya. Karena itu, semakin kuat ekosistem music tourism kita, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan belanja wisatawan dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Widiyanti.

Dampak ekonomi konser Ye Live in Jakarta tercermin dari aktivitas ekonomi yang berlangsung di berbagai sektor pendukung pariwisata. 

Berdasarkan data Raw Vision Collective dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, penyelenggaraan konser tersebut diperkirakan menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp600 miliar, yang mencakup aktivitas penjualan tiket, kuliner, pembelian merchandise, hingga transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Dampak positif juga dirasakan oleh sektor akomodasi. Tingkat okupansi hotel di sekitar kawasan penyelenggaraan konser dilaporkan melonjak hingga mendekati 100 persen, menunjukkan tingginya kebutuhan layanan penginapan seiring kedatangan wisatawan. 

Selain itu, konser berskala internasional ini melibatkan sekitar 5.000 pekerja, yang mencakup tenaga produksi, operasional belakang panggung, serta tenaga kerja pendukung penyelenggaraan acara.

Keterlibatan ribuan pekerja tersebut memperlihatkan bahwa manfaat industri pertunjukan tidak hanya dinikmati oleh penyelenggara dan pengisi acara, tetapi juga oleh tenaga profesional, penyedia jasa, pelaku usaha lokal, serta masyarakat yang menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata. 

“Inilah kekuatan sesungguhnya dari pariwisata berbasis event. Satu konser internasional dapat menghidupkan banyak sektor ekonomi sekaligus, dari hotel, restoran, transportasi, UMKM, hingga membuka kesempatan kerja bagi ribuan orang. Kami ingin manfaat seperti ini terus tumbuh dan semakin luas dirasakan masyarakat Indonesia,” ujar Widiyanti.

Lebih dari 25 Event Internasional Didukung Kemenpar Sepanjang 2026

Dukungan terhadap Ye Live in Jakarta merupakan bagian dari komitmen lebih luas Kementerian Pariwisata dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis event melalui program prioritas Event by Indonesia. 

Sepanjang 2026, Kementerian Pariwisata telah memberikan dukungan kepada lebih dari 25 event internasional, sebagai langkah memperkuat daya saing Indonesia dalam menarik penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala global. 

Melalui pengembangan music tourism, Kementerian Pariwisata ingin memastikan Indonesia tidak hanya menjadi lokasi pertunjukan musisi internasional, tetapi juga menjadi destinasi yang menawarkan pengalaman wisata yang berkesan, berkualitas, dan memberikan nilai ekonomi berkelanjutan. 

Keberhasilan Ye Live in Jakarta turut mempertegas potensi Indonesia untuk menjadi pusat penyelenggaraan konser dan festival musik internasional, khususnya di kawasan Asia Pasifik. 

Menteri Widiyanti menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, promotor Raw Vision Collective, seluruh pekerja yang terlibat, pelaku industri pariwisata, UMKM, serta masyarakat dan penggemar musik yang telah mendukung penyelenggaraan konser.

“Keberhasilan Ye Live in Jakarta harus menjadi momentum untuk menghadirkan semakin banyak event musik internasional di Indonesia. Kita memiliki daya tarik destinasi, pasar yang besar, pelaku industri yang semakin profesional, serta semangat kolaborasi yang kuat.” 

“Kami ingin Indonesia bukan hanya menjadi tempat singgah musisi dunia, melainkan menjadi destinasi yang selalu dinantikan wisatawan internasional. Karena ketika panggung musik dunia hadir di Indonesia, manfaat ekonominya harus turut dirasakan oleh masyarakat Indonesia,” tutup Menteri Pariwisata.

(spt)

No more pages