Perkembangan ini membuat harga minyak dunia bergerak turun. Kemarin, harga minyak jenis brent merosot 1,12% ke US$ 115,39.
Apabila harga energi bisa lebih terkendali, maka ancaman inflasi bisa diredakan. Ini membuat bank sentral di berbagai negara (termasuk Federal Reserve dari Amerika Serikat/AS) untuk mengambil napas, tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga acuan.
Mengutip CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4-4,25% dalam rapat bulan ini hanya 10,5%.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi lebih menguntungkan saat suku bunga tidak naik.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana ‘ramalan’ harga emas untuk hari ini, Selasa (27/10/2026)? Apakah bisa naik lagi atau kembali terkoreksi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih terjebak di zona bearish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 34. RSI di bawah 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Sedangkan indikator Stochastic RSI ada di 4. Jauh di bawah 20, yang berarti sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas masih berpeluang naik. Target resisten terdekat ada di rentang US$ 4.006-4.013/troy ons. Adapun target paling optimistis adalah US$ 4.022/troy ons.
Namun investor perlu mewaspadai pivot point US$ 3.997/troy ons. Dari situ, ada risiko harga emas akan mengetes support US$ 3.990-3.980/troy ons.
Target paling pesimistis ada di US$ 3.973/troy ons.
(aji)


























