Logo Bloomberg Technoz

Anthropic mengajukan dokumen pendaftaran S-1 yang telah lama dinantikan, sehingga semakin dekat untuk menjadi perusahaan publik pertama yang berfokus terutama pada pengembangan model AI canggih. Investor mencermati dokumen tersebut untuk mencari petunjuk mengenai permintaan terhadap AI, setelah muncul keraguan terhadap tren investasi di sektor itu selama beberapa pekan terakhir. IPO tersebut akan menjadi ujian penting bagi minat investor terhadap teknologi ini, setelah antusiasme terhadap AI turut mendorong pasar saham dalam tren kenaikan selama empat tahun.

Perusahaan tersebut “jelas telah kembali membangkitkan antusiasme terhadap segala hal yang berkaitan dengan AI, yang sempat menghilang dari sentimen pasar selama beberapa pekan terakhir,” kata Steve Sosnick dari Interactive Brokers. “IPO ini akan menjadi ujian penting untuk mengukur sikap dan minat pasar.”

Optimisme yang kembali muncul ini mengikuti pekan yang bergejolak bagi saham teknologi. Nasdaq 100 anjlok 2,9% pada Kamis, sehari setelah Meta Platforms Inc menaikkan proyeksi belanja modalnya hingga melampaui arus kas operasional. Langkah tersebut mengguncang investor yang mencari bukti bahwa pengeluaran besar-besaran untuk AI mulai membuahkan hasil.

Pertanyaan itu kembali mengemuka pekan ini ketika sejumlah perusahaan dengan belanja AI terbesar merilis laporan keuangan. Alphabet Inc dan Microsoft Corp dijadwalkan melaporkan kinerja pada Rabu, disusul Amazon.com Inc dan Intel Corp pada Kamis (29/10). Investor akan mencermati rencana belanja perusahaan-perusahaan tersebut dan, yang terpenting, apakah investasi itu menghasilkan imbal hasil yang memadai.

“Fokus utama adalah seberapa besar belanja AI yang direncanakan perusahaan-perusahaan ini ke depan dan apakah pengeluaran tersebut dapat terus dibiayai dari arus kas, atau justru akan membutuhkan penerbitan saham dan utang,” kata Richard Saperstein dari Treasury Partners.

Keputusan The Fed pada Rabu juga akan menjadi ujian penting lainnya. Para pembuat kebijakan secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga setelah menaikkannya pada September. Gubernur The Fed Kevin Warsh perlu menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk mengendalikan inflasi, sekaligus menjelaskan alasan para pejabat memilih untuk tidak kembali menaikkan suku bunga.

Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Rabu hanya sekitar 10%, dibandingkan dengan probabilitas lebih dari 70% bahwa kenaikan akan terjadi sebelum akhir tahun.

“Dengan begitu banyak perusahaan yang melaporkan kinerja pekan ini, biasanya kami akan mengatakan bahwa faktor makroekonomi akan menjadi kurang dominan dibandingkan hasil kinerja masing-masing perusahaan. Namun, pekan ini ada keputusan The Fed pada Rabu dan konferensi pers yang berpotensi sangat rumit dan penuh tantangan,” tulis Christopher Harvey, kepala strategi saham dan portofolio di CIBC, dalam sebuah catatan.

(bbn)

No more pages