Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, harga minyak mentah acuan global Brent turun sekitar 1% dari level tertinggi dalam enam bulan menjadi sekitar US$115,60 per barel. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa “waktu untuk mengambil keputusan semakin dekat” terkait pilihan untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran atau kembali melancarkan serangan, di tengah meningkatnya ancaman Iran dan kelompok Houthi terhadap warga Amerika di Timur Tengah.

Di pasar valuta asing, kontrak derivatif mata uang di bursa CME mengindikasikan investor mulai bersikap pesimistis terhadap real Brasil setelah Presiden Luiz Inácio Lula da Silva berhasil membalikkan keadaan dan memenangkan pemilihan putaran kedua di Brasil. Sementara itu, euro diperdagangkan sedikit lebih tinggi setelah Prancis berhasil menghindari penurunan peringkat kredit oleh Moody’s Ratings.

Chipmakers Post Longest Weekly Drop Since November. (Sumber: Bloomberg)

Investor menghadapi pekan penting lainnya setelah perdagangan saham berbasis AI mengalami gejolak. Laporan keuangan Microsoft Corp., Alphabet Inc., dan Amazon.com Inc. akan menguji kepercayaan pasar terhadap sektor tersebut. Keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed) dan Bank of Japan (BOJ) juga menjadi katalis utama pekan ini, di tengah upaya para pejabat bank sentral mengatasi inflasi yang sulit mereda, kenaikan biaya energi, dan imbal hasil obligasi global yang masih tinggi.

“Pasar global bersiap menghadapi pekan besar lainnya,” tulis Nick Twidale, kepala analis pasar di AT Global Markets, Sydney, dalam sebuah catatan. Fokus pasar “diperkirakan kembali beralih ke bank sentral dan suku bunga setelah beberapa pekan terakhir pergerakan pasar didominasi oleh berita geopolitik.”

The Fed dan bank sentral negara-negara lain, termasuk zona euro dan Jepang, diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pekan mendatang, sembari menunggu waktu yang tepat sebelum kemungkinan kembali menaikkan suku bunga. Rangkaian keputusan selama tiga hari yang dimulai pada Rabu di Washington diperkirakan menegaskan sikap hawkish bank sentral, tetapi dengan langkah yang terukur, di tengah risiko inflasi mulai dari lonjakan harga energi hingga pesatnya perkembangan AI.

The Fed menaikkan suku bunga pada September untuk pertama kalinya sejak 2023 dan mengisyaratkan kemungkinan kenaikan lanjutan tahun ini. Meski inflasi AS masih tinggi, para pejabat mengindikasikan belum ada urgensi untuk kembali menaikkan suku bunga pekan ini. Ekonom dan investor memperkirakan kenaikan berikutnya akan dilakukan pada Desember.

Di Asia, saham Korea Selatan akan menjadi sorotan setelah para strategis Goldman Sachs Group Inc. memangkas target Indeks Kospi sebesar 25%, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap perdagangan saham berbasis AI.

Pekan ini juga menjadi periode tersibuk musim laporan keuangan di Asia. Sekitar 550 dari total 1.200 perusahaan dalam Indeks MSCI Asia Pacific dijadwalkan merilis laporan keuangan pekan ini, berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg. Di antaranya terdapat sejumlah perusahaan besar yang menjadi bagian dari lonjakan AI, seperti raksasa chip memori Korea Selatan SK Hynix Inc. dan Samsung Electronics Co.

Risiko geopolitik juga diperkirakan tetap tinggi menjelang bulan depan. Trump mengisyaratkan bahwa serangan AS terhadap Iran dapat kembali dilanjutkan setelah pemilihan paruh waktu pada 3 November. Sementara itu, sejumlah pejabat memperingatkan bahwa periode antara pemungutan suara dan pelantikan anggota Kongres yang baru dapat menjadi sangat berbahaya.

AS mengurangi jumlah personel diplomatik dan militer di sejumlah wilayah Timur Tengah seiring meningkatnya ancaman dari Iran dan kelompok militan Houthi di Yaman yang didukung Teheran. Kelompok Houthi berulang kali menargetkan bandara Riyadh, yang kembali dibuka untuk penerbangan komersial pada Minggu.

“Sejumlah faktor akan bertemu pada pekan mendatang dan berpotensi menentukan arah kinerja pasar hingga akhir 2026,” tulis Kyle Rodda, analis senior di Capital.com, Melbourne.

Pergerakan utama di pasar:

Saham

  • Kontrak berjangka S&P 500 bergerak relatif stagnan pada pukul 09.05 waktu Tokyo.
  • Kontrak berjangka Hang Seng bergerak relatif stagnan.
  • Indeks Topix Jepang bergerak relatif stagnan.
  • Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,3%.
  • Kontrak berjangka Euro Stoxx 50 melemah 0,5%.

Mata Uang

  • Bloomberg Dollar Spot Index bergerak relatif stagnan.
  • Euro naik 0,1% menjadi US$1,1218.
  • Yen Jepang bergerak relatif stagnan di level 156,94 per dolar AS.
  • Yuan offshore bergerak relatif stagnan di level 6,6686 per dolar AS.
  • Dolar Australia melemah 0,1% menjadi US$0,7027.

Mata Uang Kripto

  • Bitcoin turun 0,5% menjadi US$79.978,54.
  • Ether melemah 0,9% menjadi US$2.323,03.

Obligasi

  • Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun bergerak relatif stagnan di level 4,99%.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah Australia tenor 10 tahun naik 3 basis poin menjadi 5,19%.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,1% menjadi US$102,10 per barel.
  • Harga emas spot melemah 0,2% menjadi US$3.986,54 per troy ounce.

(bbn)

No more pages