Oleh karena itu, proses konsolidasi pada prinsipnya membutuhkan waktu untuk menghasilkan dampak yang optimal dan evaluasinya perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Dia mengungkapkan proses penguatan industri BPR/BPRS masih menghadapi beberapa tantangan, antara lain penguatan permodalan, peningkatan kualitas tata kelola dan manajemen risiko, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, serta penguatan kemampuan dalam mengelola kualitas kredit di tengah dinamika perekonomian.
Oleh karena itu, BPR perlu meningkatkan efisiensi dan memperkuat daya saing tanpa meninggalkan karakteristik sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat dan sektor UMKM.
OJK menilai bahwa karakteristik dan model bisnis BPR/BPRS relatif berbeda dengan bank umum sehingga perbandingan perlu dilakukan secara proporsional. Namun secara umum kondisi industri BPR/BPRS saat ini masih terjaga dengan baik dengan pertumbuhan pada periode Agustus 2026 untuk aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan kredit masing-masing sebesar 3,22% (yoy), 3,14% (yoy), dan 3,37% (yoy).
(lav)






























