BI Pompa Likuiditas Saat Sumber Duit Bank Mengering
Redaksi
22 October 2026 14:32

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tuntutan terhadap bank sentral, Bank Indonesia (BI), untuk menopang ekonomi lewat pertumbuhan kredit sepertinya cukup kencang. Demi menopang pertumbuhan kredit, Giro Wajib Minimum (GWM) yang ditempatkan di bank dipangkas menjadi 7% dari 9%.
Meski diterapkan secara bertahap, kebijakan ini berpotensi memperbesar likuiditas yang bisa digunakan perbankan. Harapannya, sektor perbankan bisa menyalurkan kredit ke sektor riil, ketika cadangan wajib di bank sentral berkurang.
Untuk Bank Umum Konvensional (BUK), rasio GWM diturunkan dari 9% jadi 8% mulai 1 November kemudian jadi 7% mulai 1 Desember. Sementara itu, GWM rata-rata Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) dipangkas dari 7,5% menjadi 5,5%. Adapun GWM BUS dan UUS turun menjadi 6,5% pada 1 November dan menjadi 5,5% pada 1 Desember.
BI memperkirakan penurunan GWM rata-rata itu bisa menambah likuiditas perbankan sekitar Rp190 triliun.
Permintaan Kredit































