Logo Bloomberg Technoz

Pertamina juga mengoptimalkan operasional Fuel Terminal Manggis dan Fuel Terminal Sanggaran. Kedua fasilitas tersebut berperan dalam penerimaan, penyimpanan, dan penyaluran BBM untuk memenuhi kebutuhan berbagai wilayah di Bali.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, kelancaran pasokan energi menjadi prioritas perusahaan karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat dan keberlangsungan aktivitas ekonomi daerah.

"Kami meyakini bahwa energi adalah denyut nadi dari perekonomian, khususnya di Pulau Bali, untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, termasuk aktivitas ekonomi lainnya. Pertamina berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan penyaluran dan distribusi energi serta memastikan seluruh wilayah dapat dilayani dengan baik," ujar Simon.

Menurut Simon, pemulihan distribusi dilakukan dengan mengevaluasi seluruh rantai pasok, mulai dari pengadaan dan pengangkutan hingga penyimpanan serta penyaluran BBM kepada konsumen. Koordinasi antarentitas Pertamina Group juga diperkuat untuk menjaga kelancaran distribusi dan ketahanan energi nasional.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengapresiasi langkah Pertamina serta dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan pelayanan BBM.

"Sejak Sabtu dan Minggu, suplai ke SPBU secara umum berjalan lancar dan antrean sudah tidak banyak lagi," ujar Koster.

Koster menjelaskan, pengaturan aktivitas masyarakat turut membantu mengurangi kepadatan di SPBU. Sejumlah langkah yang diterapkan meliputi kebijakan bekerja dari rumah, pembelajaran daring, serta pengisian BBM berdasarkan nomor kendaraan ganjil-genap.

Kebijakan ganjil-genap diperpanjang hingga 23 Oktober 2026. Meski demikian, pelaksanaannya dapat dievaluasi lebih awal dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan.

"Kami di daerah akan membantu pelaksanaan tugas Pertamina di lapangan," tambah Koster.

Pertamina Perkuat Distribusi dan Pasokan BBM

Dari sisi operasional, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyampaikan bahwa perusahaan terus memperkuat pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Upaya tersebut mencakup kedatangan kargo Pertamax serta penjadwalan tambahan pengiriman BBM.

Pertamina juga memastikan penguatan pasokan tidak hanya menyasar SPBU, tetapi mencakup Pertashop yang melayani kebutuhan bahan bakar masyarakat di berbagai wilayah.

"Tidak hanya pasokan di SPBU, pasokan untuk Pertamax di Pertashop pun akan kita maksimalkan," ujar Ega.

Optimalisasi distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumen dan kondisi operasional di lapangan. Penambahan kapal, pengelolaan terminal, serta penjadwalan pengiriman menjadi bagian dari langkah untuk menjaga kesinambungan pasokan.

(Dok. Pertamina)

Bagi Bali, kelancaran distribusi energi memiliki peran penting dalam menopang kegiatan pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mobilitas masyarakat. Karena itu, pemulihan layanan BBM menjadi salah satu prioritas untuk menjaga aktivitas ekonomi daerah tetap berjalan.

Pertamina juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kodam Udayana, Polda Bali, serta seluruh pihak yang mendukung pemulihan. Dukungan tersebut mencakup pengaturan pelayanan SPBU, penguraian antrean, dan kelancaran operasional distribusi BBM.

Perusahaan turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat selama proses pemulihan. Evaluasi operasional terus dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan energi.

"Terima kasih atas dukungan dan pengertian seluruh masyarakat Bali. Kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar pelayanan energi kepada masyarakat semakin baik," ujar Simon.

Distribusi BBM Nasional Tetap Jadi Perhatian

Di luar Bali, Pertamina juga memperkuat penyaluran BBM di sejumlah wilayah Indonesia dengan menyesuaikan pola distribusi terhadap kondisi geografis dan tantangan logistik. Langkah ini diperlukan untuk menjaga akses energi, terutama di daerah yang menghadapi hambatan transportasi.

Di sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera, pendangkalan sungai akibat kondisi cuaca memengaruhi akses kapal pengangkut BBM berukuran besar. Situasi tersebut mendorong Pertamina menyesuaikan pola pengiriman, termasuk mengoptimalkan jalur darat sebagai alternatif distribusi.

Penyesuaian moda pengangkutan menjadi salah satu upaya untuk menjaga kelancaran pasokan ketika jalur air menghadapi kendala. Koordinasi operasional diperlukan agar pengiriman BBM tetap dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan.

Bahlil menegaskan, secara nasional cadangan BBM masih berada dalam kondisi terjaga. Stok Pertalite tercatat berada pada kisaran 16 hingga 18 hari, sedangkan jenis BBM lainnya tersedia untuk lebih dari 20 hari.

"Secara cadangan nasional tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Sekarang distribusinya yang kita perlancar," ujar Bahlil.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perhatian pemerintah saat ini tidak hanya tertuju pada ketersediaan stok, tetapi juga kelancaran penyalurannya hingga ke konsumen. Kesiapan armada, akses transportasi, dan optimalisasi infrastruktur menjadi faktor penting dalam menjaga distribusi energi di tengah tantangan logistik.

Pertamina terus memantau kebutuhan BBM di berbagai daerah dan mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur serta armada distribusi. Koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan juga diperkuat untuk memastikan pasokan energi dapat menjangkau masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui langkah tersebut, Pertamina berupaya menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Pemulihan distribusi di Bali menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk memastikan layanan BBM berjalan lancar, baik di wilayah dengan kebutuhan tinggi maupun daerah yang menghadapi tantangan geografis.

(tim)

No more pages