Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. mengatakan, keberadaan Gerai CERDAS PeKA tidak sekadar menyediakan fasilitas edukasi, tetapi juga membangun lingkungan yang mendukung pembelajaran dan perlindungan konsumen.
“Bagi BRI, kehadiran Gerai CERDAS PeKA pada hari ini memiliki makna yang sangat penting. Bukan hanya karena kita meresmikan sebuah fasilitas baru, tetapi karena kita sedang membangun sebuah ruang belajar, ruang diskusi, sekaligus ruang perlindungan bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan ekosistem keuangan dan transaksi digital yang semakin dinamis,” ujarnya.
Menurut Dippo, penguatan literasi keuangan perlu berjalan seiring dengan perkembangan teknologi dan perluasan akses terhadap layanan keuangan. Pemahaman yang memadai akan membantu generasi muda mengambil keputusan secara lebih cermat, termasuk ketika memilih produk keuangan dan melakukan transaksi melalui kanal digital.
Gerai CERDAS PeKA Perkuat Pelindungan Konsumen
Melalui dukungan sarana edukasi, BRI mendorong pemanfaatan Gerai CERDAS PeKA untuk berbagai kegiatan, mulai dari pembelajaran dan diskusi hingga konsultasi terkait layanan keuangan. Fasilitas ini dapat digunakan oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pengelola, serta organisasi kemahasiswaan.
Materi edukasi mencakup pemahaman mengenai produk dan layanan keuangan, keamanan data pribadi, keamanan transaksi digital, serta hak dan kewajiban konsumen. Dengan akses terhadap informasi tersebut, sivitas akademika diharapkan dapat mengenali risiko sebelum menggunakan suatu layanan dan mengetahui langkah yang perlu ditempuh ketika menghadapi permasalahan.
Pendekatan Peduli, Kenali, dan Adukan menjadi landasan edukasi yang diusung gerai tersebut. Aspek Peduli mendorong konsumen untuk lebih memperhatikan keamanan dan kepentingannya dalam menggunakan layanan keuangan.
Sementara itu, aspek Kenali menekankan pentingnya memahami karakteristik produk, mekanisme transaksi, serta risiko yang mungkin muncul. Adapun aspek Adukan berkaitan dengan pemahaman terhadap saluran pengaduan yang dapat dimanfaatkan ketika konsumen mengalami kendala atau menemukan dugaan pelanggaran.
Ketiga pendekatan tersebut diharapkan membantu mahasiswa membangun kebiasaan yang lebih aman dalam bertransaksi. Perlindungan data pribadi, kewaspadaan terhadap permintaan informasi sensitif, dan pemahaman atas prosedur pengaduan menjadi bagian penting dalam menghadapi ekosistem keuangan digital.
BRI memandang penguatan literasi konsumen juga perlu melibatkan institusi pendidikan. Kampus dapat menjadi ruang strategis untuk menyebarkan pemahaman mengenai keuangan digital karena mahasiswa berinteraksi dengan teknologi dalam berbagai aktivitas akademik maupun keseharian.
Melalui gerai ini, edukasi tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan individu, tetapi juga mendorong mahasiswa berperan sebagai agen literasi di lingkungan masing-masing. Pemahaman yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga, komunitas, dan masyarakat yang lebih luas.
Dukung Inklusi Keuangan dan Pengembangan Kapasitas Digital
Dukungan BRI terhadap Gerai CERDAS PeKA juga berkaitan dengan upaya memperkuat inklusi keuangan dan membangun ekosistem pembayaran digital yang aman. Perluasan akses terhadap layanan keuangan perlu diimbangi dengan pemahaman konsumen agar pemanfaatannya memberikan manfaat dan tidak meningkatkan kerentanan terhadap risiko transaksi.
Inisiatif tersebut turut mendukung kewirausahaan mahasiswa melalui peningkatan pemahaman mengenai layanan keuangan. Literasi yang memadai dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mengelola keuangan pribadi maupun ketika mulai mengembangkan kegiatan usaha.
Program ini juga sejalan dengan Asta Cita ke-3 melalui penguatan inklusi keuangan, pengembangan ekosistem pembayaran digital yang aman, dan dukungan terhadap kewirausahaan. Selain itu, inisiatif tersebut mendukung Asta Cita ke-6 melalui peningkatan kapasitas digital dan finansial mahasiswa serta sivitas akademika.
Dari sisi pembangunan berkelanjutan, program ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusi tersebut mencakup peningkatan kualitas pendidikan, pertumbuhan ekonomi inklusif, penguatan pelindungan konsumen, dan kolaborasi lintas sektor.
Keterlibatan regulator, industri perbankan, asosiasi, dan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan edukasi konsumen. Kolaborasi lintas pihak memungkinkan penyampaian informasi keuangan dilakukan secara lebih luas sekaligus mendorong terbentuknya pemahaman yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dippo menegaskan, kerja sama tersebut memiliki tujuan bersama untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan layanan keuangan digital dengan pemahaman yang lebih baik.
“Kolaborasi ini mempertemukan regulator, industri perbankan, asosiasi, dan institusi pendidikan dalam satu tujuan yang sama: membangun generasi muda yang semakin cakap, kritis, aman, dan bertanggung jawab dalam menggunakan layanan keuangan digital,” pungkas Dippo.
Melalui dukungan terhadap Gerai CERDAS PeKA, BRI memperkuat kontribusinya dalam edukasi dan pelindungan konsumen, sekaligus mendorong pemanfaatan layanan keuangan digital secara bertanggung jawab. Keberadaan fasilitas tersebut di lingkungan kampus diharapkan dapat memperluas akses terhadap informasi keuangan dan membangun kebiasaan bertransaksi yang aman di kalangan generasi muda.
(tim)






























