Logo Bloomberg Technoz

Bunga Utang Kian Tinggi, Pakar Desak Pemerintah Genjot Penerimaan

Redaksi
19 October 2026 14:00

Bank Indonesia Sebut Utang RI Periode April Naik Jadi Rp7 Triliun (Dok. Diolah Berbagai Sumber)
Bank Indonesia Sebut Utang RI Periode April Naik Jadi Rp7 Triliun (Dok. Diolah Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$459,3 miliar pada akhir Agustus 2026. Dengan asumsi kurs US$1 setara Rp17.898, nilai tersebut mencapai Rp8.220,55 triliun dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Di sisi lain, utang pemerintah tercatat sebesar Rp10.293,69 triliun per 30 Juni 2026. Posisi tersebut meningkat 3,76% dibandingkan dengan akhir Maret 2026 yang mencapai Rp9.920,42 triliun.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menyoroti besarnya biaya utang sebagai persoalan utama.


Hingga September 2026, pembayaran bunga utang pemerintah telah mencapai Rp444,5 triliun, sedangkan penerimaan pajak tercatat sebesar Rp1.607 triliun, artinya 28% penerimaan pajak dipakai pemerintah untuk membayar bunga utang.

Oleh karenanya, Yusuf menyebut perbaikan harus dimulai dari sisi penerimaan. Selama rasio pajak tetap rendah, utang dalam jumlah moderat sekalipun akan terasa berat karena kapasitas pembayarannya terbatas.