Logo Bloomberg Technoz

Pasokan Timur Tengah Stabil, Harga Minyak Melandai

News
19 October 2026 05:40

Anjungan pengeboran minyak laut dalam Scarabeo 8, yang dioperasikan oleh ENI Norge AS./Bloomberg-Kristian Helgesen
Anjungan pengeboran minyak laut dalam Scarabeo 8, yang dioperasikan oleh ENI Norge AS./Bloomberg-Kristian Helgesen

Kanoko Matsuyama - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak turun dari level tertinggi dalam lima bulan terakhir ketika para pelaku pasar menimbang kembali eskalasi pertempuran di Timur Tengah dan indikasi bahwa pasokan dari kawasan tersebut masih bertahan mendekati level sebelum perang.

Minyak mentah Brent diperdagangkan di bawah US$109 per barel setelah melonjak hampir 4% pada Jumat, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$101. Di Timur Tengah, sebuah helikopter Arab Saudi jatuh di dekat perbatasan Yaman. Kelompok Houthi juga menyerang Yanbu, pusat ekspor penting, sementara badan operasi maritim Inggris melaporkan dua kapal tanker terkena serangan di Teluk Persia.


Meski demikian, pasokan energi tampaknya masih dapat keluar dari kawasan kaya energi tersebut. Amerika Serikat (AS) mengatakan pada akhir pekan bahwa pasukannya membantu mengawal pengiriman lebih dari 100 juta barel minyak melalui Selat Hormuz selama sepekan sebelumnya.

Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan global, telah melonjak hampir 80% sepanjang tahun ini seiring meluasnya permusuhan di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina yang kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan. Pasar fisik masih menunjukkan ketatnya pasokan, sementara harga produk olahan seperti solar melonjak lebih tajam. Kondisi ini menambah tekanan inflasi dan membebani perekonomian global.