“Sebelum jembatan ini dibangun, masyarakat kami, khususnya anak-anak sekolah, harus menyeberangi sungai untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut tentu memiliki risiko dan menjadi kendala, terutama ketika debit air sungai meningkat. Dengan hadirnya jembatan ini, kami berharap mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah, aman, dan lancar. Anak-anak dapat pergi dan pulang sekolah dengan lebih aman, dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi maupun sosial tanpa harus lagi menghadapi kesulitan menyeberangi sungai,” ungkap Dadan.
Jembatan Buka Akses Pendidikan dan Ekonomi
Desa Kemang dihuni sekitar 7.000 jiwa yang tersebar di tiga dusun, enam Rukun Warga (RW), dan 37 Rukun Tetangga (RT). Wilayah ini dilalui Sungai Cihea dan Sungai Cikupa sehingga akses penyeberangan menjadi bagian penting dalam menunjang mobilitas penduduk.
Sebelum jembatan tersedia, warga menghadapi keterbatasan akses ketika sungai tidak memungkinkan untuk diseberangi. Pada kondisi tertentu, masyarakat perlu memutar melalui jalur lain agar tetap dapat mencapai tujuan. Situasi ini berpotensi menambah waktu perjalanan dan menghambat aktivitas harian.
Bagi anak-anak sekolah, ketersediaan akses yang aman menjadi kebutuhan penting untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar. Ketika jalur penyeberangan terganggu akibat kenaikan debit air, perjalanan menuju sekolah dapat menjadi lebih sulit dan berisiko.
Jembatan gantung yang diresmikan tersebut memiliki kapasitas sekitar 10 hingga 20 orang dan dapat dilalui kendaraan roda dua. Dengan kapasitas tersebut, fasilitas ini diharapkan membantu masyarakat menyeberangi wilayah sungai untuk memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Selain menunjang perjalanan menuju sekolah, jembatan juga berpotensi memperlancar aktivitas ekonomi warga. Akses yang lebih mudah dapat membantu masyarakat menjangkau fasilitas dan kegiatan antarkampung tanpa harus menghadapi kendala penyeberangan seperti sebelumnya.
Ketersediaan infrastruktur penghubung juga menjadi salah satu faktor yang mendukung keterjangkauan layanan dasar di wilayah perdesaan. Dalam konteks Desa Kemang, jembatan tersebut diharapkan memperkuat hubungan antarwilayah sekaligus memberikan kemudahan bagi warga dalam menjalankan kegiatan sosial.
BRI Peduli Dorong Infrastruktur Inklusif
Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung di Desa Kemang merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kemajuan wilayah melalui infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, akses yang memadai dapat membantu warga menjalankan aktivitas secara lebih aman dan lancar. Infrastruktur tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap akses pendidikan serta kegiatan ekonomi masyarakat setempat.
“Dengan beroperasinya jembatan gantung tersebut, masyarakat kini memiliki akses yang lebih aman dan lancar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari perjalanan anak-anak menuju sekolah hingga kegiatan ekonomi warga. Melalui kolaborasi bersama masyarakat dan para pihak terkait, BRI Peduli terus berupaya memberikan manfaat nyata serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkas Dhanny.
Melalui program TJSL BRI Peduli, perusahaan menjalankan kegiatan sosial yang diarahkan untuk membantu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah. Pembangunan jembatan di Desa Kemang menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap ketersediaan fasilitas yang dapat digunakan warga untuk menunjang kegiatan sehari-hari.
Pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan lokal memiliki peran penting dalam mengurangi hambatan mobilitas. Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang dipisahkan sungai, akses penyeberangan yang memadai dapat membantu menghubungkan tempat tinggal dengan sekolah, pusat aktivitas ekonomi, serta fasilitas lain yang dibutuhkan.
Di Desa Kemang, keberadaan jembatan gantung diharapkan menjadi solusi atas kendala perjalanan yang selama ini dihadapi warga. Selain mempermudah akses antarkampung, fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan rasa aman masyarakat ketika melakukan perjalanan, terutama pada kondisi cuaca yang memengaruhi debit air sungai.
BRI melalui BRI Peduli menegaskan upaya menghadirkan manfaat sosial melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pihak terkait. Dengan beroperasinya jembatan gantung tersebut, warga Desa Kemang kini memiliki sarana penghubung yang diharapkan mampu mendukung kelancaran aktivitas pendidikan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.
(tim)



























