Logo Bloomberg Technoz

Airlangga Respons Pengumuman MSCI yang Picu Gejolak Pasar RI

Pramesti Regita Cindy
16 October 2026 13:15

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menilai pasar saham Indonesia tidak lagi memenuhi syarat untuk menyandang status pasar emerging market, dan membuka opsi menurunkan kasta ke standalone market.

Airlangga mengatakan salah satu perhatian MSCI adalah durasi implementasi regulasi dan penegakan aturan di pasar modal Indonesia yang dinilai relatif panjang dibandingkan negara lain.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah perlu menjelaskan alasan proses implementasi tersebut membutuhkan waktu. 


"Tentu yang mereka minta itu adalah implementasi dari apa yang sudah dijanjikan. Nah tentu kalau kita lihat terkait dengan bidang implementasi daripada regulasi terhadap tindakan yang dilakukan oleh pasar modal Ini kan mereka merasa periodenya agak panjang," kata Airlangga ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (16/10/2026). 

Meski demikian, menurut Airlangga, MSCI telah menetapkan tenggat baru bagi Indonesia untuk memenuhi tuntutan reformasi pasar modal, yakni pada April dan Juni tahun depan.