Logo Bloomberg Technoz

Ambrolnya IHSG siang hari ini tergencet sentimen terhadap potensi dikeluarkan dari indeks saham global setelah MSCI menyatakan bahwa Indonesia dinilai tidak lagi memenuhi syarat untuk menyandang status pasar Emerging Market.

MSCI saat ini, disebut sedang melakukan konsultasi atas usulan untuk mengklasifikasi ulang Indonesia sebagai pasar mandiri alias Standalone Market. 

Usulan tersebut didasarkan pada kekhawatiran mengenai disfungsi pasar dan minimnya bukti penegakan aturan yang efektif. Perubahan klasifikasi menjadi pasar mandiri berpotensi membuat investor menjual kepemilikan saham di Indonesia. 

Untuk diketahui, pasar saham terus-menerus bergejolak hebat. Secara month-to-date (mtd) atau sepanjang bulan Oktober, investor melepas kepemilikannya di pasar saham sebesar US$212,5 juta, dan sejak awal tahun (year-to-date/ytd) senilai US$4,87 miliar.

Pelemahan Rupiah

Nilai tukar rupiah turut melanjutkan tren pelemahan. Sepanjang 2025, rupiah melemah 7,6% di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) dan hingga sempat berada di atas level Rp18.100/US$.

Pada perdagangan pagi hari ini, Jumat, US$ 1 setara dengan Rp18.063.

Pelemahan rupiah dipicu oleh pengumuman MSCI yang mempertimbangkan pasar saham RI turun kasta menjadi Standalone Market. Posisi ancaman ini merupakan kabar buruk yang lebih serius daripada turun ke Frontier Market seperti pertimbangan MSCI sebelumnya.

Terlebih lagi, rupiah juga dihadapi tekanan dari tingginya harga minyak yang masih berada di atas US$105/barel, diikuti ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed setidaknya satu kali pada bulan ini.

(fad)

No more pages