Logo Bloomberg Technoz

Indonesia Kuat, Tak Pantas Disetarakan dengan Zimbabwe

Redaksi
16 October 2026 09:28

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks global, memberikan pengumuman baru buat Indonesia. Dalam rilis terbaru, MSCI membuka konsultasi reklasifikasi indeks saham Indonesia dari status Emerging Market menjadi Standalone.

“MSCI mengumumkan dimulainya konsultasi untuk reklasifikasi indeks MSCI Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone. MSCI akan memberi pengumuman final pada akhir Juni 2027 dan bisa saja memberikan pembaruan interim selama proses ini,” ungkap pengumuman MSCI.

Mengutip keterangan di situs MSCI, Standalone secara umum dibagi menjadi dua bagian. Pertama adalah pasar baru, yang sebelumnya belum masuk cakupan MSCI.


Kedua adalah reklasifikasi ke Standalone terjadi karena ada kasus penurunan yang luar biasa dalam hal aksesibilitas, ukuran, atau likuiditas pasar.

Saat ini, ada beberapa negara yang masuk kategori Standalone. Di Benua Amerika ada Argentina, Jamaika, Panama, serta Trinidad & Tobago.