Logo Bloomberg Technoz

DJP Respons Kritik Hashim soal Rasio Penerimaan RI yang Stagnan

Pramesti Regita Cindy
16 October 2026 10:30

Bimo Wijayanto saat di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/5/2025). (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)
Bimo Wijayanto saat di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/5/2025). (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) merespons pernyataan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo yang mengkritik rendahnya rasio penerimaan negara Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) yang stagnan di level 12% selama 13 tahun terakhir.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto tak memungkiri masih terdapat tantangan bagi Indonesia untuk mengerek rasio penerimaan pajak (tax ratio). 

Namun demikian, ia menekankan bahwa perbaikan administrasi perpajakan melalui sistem inti perpajakan atau Coretax turut mendukung pertumbuhan penerimaan pajak. 


Adapun kata Bimo, penerimaan pajak secara bruto saat ini tumbuh sekitar 13%-14%, yang mana angka tersebut diperkirakan melampaui pertumbuhan ekonomi sekitar 5,5% ditambah inflasi 2,5% atau total 8%.

"Jadi kalau ekonomi tumbuh 5,5% kemudian inflasi 2,5% gitu ya, 8% kita tumbuhnya sekitar 6% di atas tadi. Natural economic inflated growth itu. Jadi artinya kapasitas mesin pemajakan Coretax, kualitas analisis teman-teman di lapangan, pemeriksaannya, penegakan hukumnya makin bagus," kata Bimo saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (15/10/2026) sore.