Vonis 'Standalone' Jarang Terjadi, Hanya Pernah ke 2 Negara Ini
Bloomberg Businessweek Indonesia
16 October 2026 08:54

Bloomberg Technoz, Jakarta - MSCI Inc., lembaga penyedia indeks global yang berpusat di New York, Amerika Serikat, mengumumkan perihal pertimbangan menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia ke level Standalone Market dari posisi saat ini masih di Emerging Market pada 15 Oktober 2026. Dalam pandangan para pelaku pasar bila benar akan terjadi maka akan menjadi hal yang luar biasa langka dan sebuah tindakan berat.
Langkah menurunkan sebuah negara dari Emerging Market tanpa melalui 'turun kelas' dulu ke Frontier Market menjadi hal yang tak biasa walau pernah dilakukan oleh MSCI sebelumnya, menurut Managing Director Samuel Sekuritas Harry Su pada Bloomberg Businessweek Indonesia, Jumat pagi (16/10/2026).
Beberapa negara pernah mengalami vonis langsung dari Emerging Market ke Standalone Market, seperti yang terjadi pada Argentina pada 2021 dan Rusia pada 2022. Selain dua negara itu, biasanya penurunan ke Standalone Market akan melalui dulu downgrade ke Frontier Market seperti yang terjadi pada Pakistan misalnya.
'Vonis' turun kasta langsung ke Standalone Market yang kata MSCI akan diumumkan pada akhir kuartal kedua tahun depan, dapat memantik arus keluar modal lebih besar lagi setelah sepanjang tahun ini pasar saham RI sudah kehilangan Rp110,7 triliun dana asing yang hengkang.
Risiko likuiditas akan menjadi tantangan besar bagi pelaku pasar dengan hengkangnya para investor asing tak cuma karena MSCI tapi juga arus keluar dari penyedia indeks lain seperti FTSE dan investor institusi lainnya.


























