Logo Bloomberg Technoz

Dibandingkan dengan PBV emiten sejenis di kelasnya, maka saham BBKP tergolong undervalued (murah). Berikut perbandingan valuasi BBKP dengan emiten sejenis di sektornya:

  • PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) PBV 3,72x
  • PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) PBV 4,23x
  • PT Bank Permata Tbk (BNLI) PBV 1,55x 
  • PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD) PBV 1,53x
  • PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS) PBV 1,33x
  • PT Bank Jago Tbk (ARTO) PBV 1,21x
  • PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) PBV 1,19x
  • PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) PBV 1,13x
  • PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) PBV 1,08x
  • PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB) PBV 1,06x
  • PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) PBV 0,83x
  • PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) PBV 0,77x
  • PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) PBV 0,76x
  • PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) PBV 0,73x
  • PT Bank OCBC Nisp Tbk (NISP) memiliki PBV 0,63x
  • PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) PBV 0,59x
  • PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (BJBR) PBV 0,49x
  • PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) PBV 0,46x
  • PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BBTN) PBV 0,39x

Berdasarkan data Bloomberg, pemegang saham BBKP per 9 Oktober dikuasai oleh Kookmin Bank dengan porsi kepemilikan 66,88% atau 125.655.736.951 lembar saham. Kemudian ada Meritz Financial Group Inc. mempunyai porsi kepemilikan 16.98% (31.900.000.000 lembar saham) dan Dimensional Fund Advisors LP. mempunyai 0,09% (176.802.740 saham).

Manajemen BBKP belum mengumumkan keterbukaan resmi melalui laman Bursa Efek Indonesia (BEI). Informasi terbaru hanya menuturkan Penyampaian Laporan Keuangan Perusahaan yang terbit pada September silam.

Dilansir Phintraco Sekuritas dalam catatan terbarunya, KB Kookmin Bank tetap menjadi pemegang saham pengendali BBKP. Manajemen menyatakan belum ada pembicaraan dengan Kementerian Koperasi maupun pihak–pihak terkait di sektor koperasi mengenai rencana pengambilalihan kembali saham BBKP.

Manajemen juga menegaskan dukungan KB Kookmin terhadap kebutuhan permodalan, dengan setiap aksi permodalan dengan tetap mengikuti ketentuan OJK.

Riset Phintraco Sekuritas turut menjabarkan laporan keuangan BBKP per semester I–2026. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 12,4% year–on–year/yoy dengan dana murah (Current Account-Savings Account/CASA) naik 15,2%, rasio CASA terhadap DPK mencapai 32,3%.

Biaya dana (Cost of Fund/CoF) turun 100 basis poin (bps) menjadi 4,3%, sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) membaik ke 95,6%. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) dan Liquidity Coverage Ratio (LCR) BBKP berada di 15,8% dan 181,9%.

Ritel dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) menjadi fokus pertumbuhan ke depan. Strategi mencakup peningkatan CASA, ekspansi kredit UMKM melalui closed loop supply chain, serta pengembangan cross-selling dan fee based income, terutama dari wealth management dan layanan transaksi.

“Ekosistem KB Kookmin menjadi salah satu keunggulan BBKP. Bank akan memanfaatkan jaringan nasabah korporasi Korea dan arus investasi Korea-Indonesia, sekaligus memperkuat CIB dan layanan digital untuk meningkatkan transaksi serta fee based income,” papar riset Phintraco Sekuritas.

(fad/aji)

No more pages