Logo Bloomberg Technoz

SRBI Dijual Lebih Banyak Hari Ini, Demi Topang Rupiah?

Tim Riset Bloomberg Technoz
09 October 2026 18:22

Ilustrasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (Diolah)
Ilustrasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memenangkan Rp30 triliun dalam lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) hari ini, Jumat (9/10/2026). Nilai yang dimenangkan itu naik dua kali lipat lebih besar daripada lelang sebelumnya (25/9/2026) yakni Rp15 triliun. 

Meski begitu, keputusan BI menyerap lebih banyak penawaran yang masuk kala yield rata-rata tertimbang pad asemua tenor justru turun. Mengacu data lelang, nominal penawaran SRBI yang masuk naik dari Rp64,11 triliun jadi Rp76,23 triliun, tumbuh 18,9% dalam dua pekan.

Sementara, yield justru turun. Untuk tenor 6 bulan, yield turun menjadi 6,46% dari 6,65%. Kemudian tenor 12 bulan turun dari 6,75% jadi 6,6%. Bahkan pada tenor 9 bulan, yield turun paling tajam menjadi 6,48% dari 6,75%.  


Penurunan ini tak hanya terjadi pada yield pemenang. Rata-rata yield penawaran investor juga turun pada semua tenor. Untuk tenor 6 bulan, yield penawaran turun dari 6,75% jadi 6,55%. Padahal tenor 9 bulan, yield terkoreksi dari 6,78% jadi 6,52%, sedangkan tenor 12 bulan turun dari 6,86% jadi 6,68%. 

Yield SRBI pada lelang Jumat (9/10/2026). (Bloomberg)

Memang pada saat lelang berlangsung tekanan di pasar obligasi global cenderung mereda. Yield US Treasury terpangkas 4,8 bps menjadi 5,2% setelah sebelumnya sempat berada di 5,3%. Penurunan yield ini diikuti oleh sebagian besar obligasi global, termasuk di pasar Surat Utang Negara (SUN), khususnya tenor pendek.