Logo Bloomberg Technoz

Menkeu Kebut 12 Lelang SBN & Pinjaman US$1,8 M Jelang Akhir 2026

Pramesti Regita Cindy
09 October 2026 15:50

(Ilustrasi Bond)
(Ilustrasi Bond)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan sejumlah instrumen pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan belanja negara di tengah defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir 2026.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Suminto mengatakan, strategi pembiayaan utang pemerintah diarahkan untuk memenuhi kebutuhan APBN dengan skenario defisit sebesar 2,85% dari produk domestik bruto (PDB), sesuai outlook laporan semester (Lapsem).

"Untuk memenuhi sisa kebutuhan pembiayaan di kuartal 4, beberapa SUN akan masih kita lakukan. Pertama adalah kita masih memiliki jadwal 12 kali lelang SBN reguler setiap hari selasa. Jadi 6 kali lelang SUN dan 6 kali lelang SBSN di kuartal keempat," kata Suminto dalam Konferensi Pers APBN Kita di Kemenkeu Jakarta, Jumat (9/10/2026). 


Pemerintah, kata Suminto juga akan menerbitkan dua instrumen SBN ritel hingga akhir tahun, yakni Savings Bond Ritel (SBR) seri 015 untuk instrumen konvensional dan Sukuk Tabungan seri 017 untuk instrumen syariah.

Selain mengandalkan pasar domestik, Kemenkeu masih membuka peluang penerbitan SBN dalam valuta asing atau global bond.