Penjualan Ritel Memang Tumbuh, Tapi Tekanan Daya Beli Terasa
Redaksi
09 October 2026 13:32

Bloomberg Technoz, Jakarta - Data penjualan ritel yang dirilis Bank Indonesia (BI) menunjukkan adanya pemulihan konsumsi rumah tangga secara agregat, setelah mengalami kontraksi pada kuartal II-2026. Walaupun perbaikan itu belum cukup kuat untuk menggambarkan bahwa daya beli masyarakat sudah sepenuhnya membaik secara merata.
Melansir data Survei Penjualan Eceran BI, Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh 1,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Agustus. Naik dari pertumbuhan Juli sebesar 1,1%. Sedangkan, secara bulanan indeks total juga naik 1,7 poin dari 224,9 jadi 226,5.
Bisa dikatakan, Agustus menandai kelanjutan pemulihan meski belum membuktikan bahwa konsumsi rumah tangga sudah menguat secara luas. Sebab, di sebagian kelompok barang justru tercatat pelemahan tajam.
Pertumbuhan penjualan ritel ditopang oleh perbaikan pada kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, memang angkanya masih kontraksi 10,9%, tetapi lebih baik daripada kontraksi sebesar 20,6% pada Juli.
Di sisi lain, kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau relatif stabil dengan pertumbuhan tahunan 2,6% yang lebih baik dari pertumbuhan Juli sebesar 2,4%. Meski begitu, pertumbuhan kelompok ini belum menunjukkan adanya akselerasi besar. Agaknya konsumen lebih mempertahankan permintaan pada kelompok pangan dan kebutuhan sehari-hari, ketimbang menunjukkan adanya pemulihan daya beli.





























