Logo Bloomberg Technoz

Jason dan Seah menambahkan GOTO memiliki ruang pertumbuhan yang besar untuk menangkap berbagai segmen ekonomi digital di Indonesia. Malahan, menurut mereka, valuasi saham GOTO relatif lebih besar dari perkiraan pasar saat ini.

“Skenario valuasi sum-of-the-parts (SOTP) kami menunjukkan nilai ekuitas GOTO berpotensi 67%-128% lebih tinggi dibandingkan kapitalisasi pasar saat ini, termasuk valuasi US$1,9 miliar-US$2,8 miliar untuk bisnis fintech,” dikutip dari catatan Jason dan Seah.

Belakangan GOTO makin menarik setelah Uber kembali ke pasar Asia Tenggara. Raksasa ride-hailing berbasis di San Francisco itu belakangan mengakuisisi Delivery Hero sebesar US$14,8 miliar atau sekitar Rp266,38 triliun, menempatkan GOTO sebagai kandidat potensial di pasar Asean.

Jason dan Seah berpendapat membawa lini bisnis fintech GOTO untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat memperjelas kinerja dan valuasi GoPay nantinya. Kendati demikian, manajemen GOTO belum melempar sinyal spin off lini bisnis fintech tersebut termasuk rencana penawaran saham GoPay ke publik.

“Pemisahan dan pencatatan saham bisnis fintech GOTO di BEI dapat memperjelas pengungkapan kinerja dan memudahkan investor dalam menilai ekonomi bisnis pembayaran, pinjaman dan perbankan GOTO,” dikutip dari catatan yang sama.

Lantai Harga Baru

Mayoritas konsensus analis menyematkan pandangan optimis untuk prospek saham GOTO.

Mengutip konsensus analis yang dihimpun Bloomberg per 7 Oktober 2026, 22 analis menyematkan rekomendasi buy, 6 merekomendasikan hold dan 1 analis menyarankan sell.

Konsensus analis membentuk target harga GOTO Rp70,5 per saham untuk horizon 12 bulan.

Dengan demikian, target harga konsensus itu mengindikasikan ruang upside 127,4% dibandingkan dengan penutupan harga GOTO sekitar Rp31 per saham pada perdagangan kemarin.

Kendati demikian, imbal hasil historis yang diukur dalam horizon dua bulan terakhir (LTM) relatif minus 44,6% untuk kinerja saham GOTO.

Deutsche Bank mempertahankan valuasi DCF GOTO sebesar Rp85 per saham. Kendati demikian, bank investasi berbasis di Frankfurt, Jerman itu melihat persaingan di bisnis mobilitas belakangan makin ketat.

“Kami memperkirakan pada pertengahan pekan depan, saham ini akan menjadi investasi yang paling menonjol dalam cakupan perusahaan internet Asia kami untuk perspektif 12 bulan,” kata Analis dari Deutsche Bank Peter Milliken lewat catatannya akhir September 2026.

Valuasi GOTO menurut perhitungan Deutsche Bank. (riset Deutsche Bank).

Setali tiga uang, JP Morgan turut melihat peluang yang besar dari diskon saham GOTO saat ini. JP Morgan menyematkan pandangan overweight dengan target harga Rp68 per saham.

Selepas batas saham gocap dihapus bursa, JP Morgan berpendapat saham GOTO akan menyentuh batas bawah atau downside floor di kisaran Rp25 per saham sampai Rp30 per saham.

Menurut tim analis JP Morgan, batas bawah ini menjadi basis yang masuk akal. Hitung-hitungan batas harga bawah itu berdasar pada kerangka valuasi SOTP.

Secara kumulatif, ketiga komponen itu bernilai Rp26 per saham. Basis harga baru itu mengimplikasikan investor memperoleh secara gratis bisnis fintech GOTO yang tumbuh pesat, 25% kepemilikan di TikTok Shop dan bisnis on-demand services (ODS).

“Menurut pandangan kami, aksi jual (sell-off) pada saham GOTO telah membuat valuasinya menjadi lebih menarik,” dikutip dari riset JP Morgan yang disusun Ranjan Sharma, Steven Suntoso, Sigrid Qiu, Alex Yao dan Benny Kurniawan, Rabu (7/10/2026).

GOTO berhasil mencetak laba bersih mencapai Rp607 miliar dan pendapatan bersih Rp10,99 triliun sepanjang semester I-2026.

Pendapatan terbesar GOTO disumbang jasa pengiriman sebesar Rp3,2 triliun (+16,5%), lalu imbalan jasa Rp3,15 triliun (+14,9%), dan pendapatan pinjaman Rp2,71 triliun (+65%).

Sumbangan pendapatan lain yakni dari pendapatan e-commerce service fee PT Tokopedia Rp551 miliar (+32,3%) dan pendapatan iklan Rp254 miliar (+8%). 

Sinyal Manajemen

Serangkaian restrukturisasi dan pergantian kepemimpinan telah membantu perusahaan membukukan laba kuartalan untuk kedua kalinya secara berturut-turut, bahkan ketika tekanan terhadap laba semakin meningkat akibat kenaikan harga minyak yang dipicu oleh perang di Timur Tengah.

GOTO, yang didukung oleh Alibaba Group Holding Ltd., pernah menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di Indonesia, dengan kapitalisasi pasar yang sempat menembus US$32 miliar tak lama setelah pencatatan sahamnya di Indonesia pada April 2022.

Hans Patuwo (Dok. GoTo)

Dalam wawancara dengan Bloomberg akhir September 2026, Direktur Utama GoTo Hans Patuwo melempar suasana optimis dengan kinerja GoPay.

“Unit fintech kami membukukan tingkat profitabilitas lima kali lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, dan pertumbuhannya sangat kuat,” ungkap Hans dikutip pada Kamis (30/7). 

Hans menuturkan GoPay mempunyai ruang sangat besar untuk bertumbuh. Menurut Hans, pengguna ekosistem GOTO dengan profil masyarakat urban daya beli sangat tinggi atau urban affluent market akan mendukung kestabilan pendapatan grup.

“Di pasar seperti Indonesia, di mana layanan pinjaman dan jasa keuangan masih relatif belum banyak dimanfaatkan, kami yakin bahwa bisnis ini akan terus menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan perusahaan,” jelas Hans. 

Dia berkeyakinan lengan bisnis fintech itu akan menarik lebih banyak lagi pengguna untuk masuk ke dalam ekosistem GOTO. “Masih terdapat ruang yang sangat besar untuk terus bertumbuh,” kata Hans. 

(naw)

No more pages