Logo Bloomberg Technoz

Kemudian, besi dan baja naik 20,38%, dengan andil 1,79%, alumunium dan barang daripadanya 206,78% dengan andil 1,59%.

Mengamati total ekspor nonmigas berdasarkan sektor, Industri pertanian, kehutanan dan perikanan berkontribusi US$530 juta. Sektor pertambangan dan lainnya US$2,79 miliar dan industri pengolahan US$22,29 miliar atau berkontribusi terhadap ekspor nonmigas mencapai 87%.

"Peningkatan ekspor nonmigas utamanya didorong oleh sektor industri pengolahan yang naik 12,48% dengan andil kenaikan 9,92%,” katanya.

Peningkatan pada sektor pengolahan terutama disebabkan peningkatan nilai ekspor pada logam dasar bukan besi, nikel, aluminium, tembaga, serta kimia dasar organik dan lainnya. sementara itu, ekspor sektor pertambangan dan lainnya menurun secara tahunan 19,47% dan sektor pertanian juga turun 11,64%.

Konsensus yang dihimpun Bloomberg memproyeksikan kinerja perdagangan Indonesia untuk periode Agustus masih timpang antara ekspor dan impor. Ekspor diperkirakan masih melambat, sementara impor justru melaju kian kencang.

Melansir data konsensus, ekspor Agustus diperkirakan hanya tumbuh 4,15% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sebaliknya, impor Agustus diperkirakan tumbuh 30,47% yoy. Sementara neraca perdagangan diperkirakan surplus US$700 juta, meningkat dari suplus Juli yang sebesar US$122 juta.

Kinerja Ekspor Kumulatif Januari-Agustus 2026

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, total nilai ekspor mencapai US$193,64 miliar atau naik 4,74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy).

Kenaikan ini didorong oleh nilai ekspor nilai ekspor nonmigas yang naik 5,48% dengan nilai US$185,63 miliar. Di sisi lain, nilai ekspor migas tercatat senilai US$8,01 miliar atau turun 9,98%.

“Peningkatan nilai ekspor nonmigas secara kumulatif terjadi pada nikel dan barang daripadanya, bahan bakar mineral, dan lemak dan minyak hewani/nabati,” ujar Ateng.

Berdasarkan sektornya, industri pengolahan ini menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor nonmigas sepanjang Januari hingga Agustus 2026 dengan peningkatan ekspor 7,87%, dan memberi andil 6,30% terhadap total ekspor Indonesia.

Secara detail, dia menyebut bahwa ekspor sektor industri pengolahan yang naik cukup besar yaitu produk olahan nikel, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, aluminium, kimia dasar anorganik lainnya serta dari tembaga. 

(lav)

No more pages